Berikut 5 Tips Dasar DJ Pemula

Senin, 3 Februari 2020 16:50

FAJAR.CO.ID – Tidak sedikit anak-anak muda yang berniat menjadi seorang Disc Jockey (DJ). Biasanya, niat ini diawali oleh kecintaan mereka pada Electro Dance Music (EDM) yang begitu populer dalam beberapa tahun belakangan.

Kehadiran para DJ andal di belantika musik dunia juga semakin menaikkan harkat jenis musik EDM di blantika musik internasional, tak terkecuali di Indonesia.Sosok DJ Tiesto, David Guetta hingga Calvin Harris membawa musik EDM dengan ciri khasnya masing-masing.

Hal ini membuat banyak anak muda tidak hanya ingin mendengarkan musiknya saja, tetapi perlahan juga ingin mencoba menjadi seorang DJ yang mampu membuat musik-musik keren. Berikut adalah 5 tips dasar bagi DJ pemula, yang patut kamu terapkan:

1.  Pilih genre favoritmu bagi kamu penikmat music EDM, pasti ada satu dari sekian genre yang menjadi favoritmu. Nah, pilih satu genre tersebut untuk kamu tekuni. Ingat, ketika kamu mengerjakan apa yang kamu suka, maka kamu akan enjoy melakoninya. Trance, Dub, House, Hip-hop, Electro, Moombhaton, atau Trap. Apa nih yang jadi genre favoritmu?

2.  Tempo adalah segalanya. Pelajari sebelum mengotak-atik lagu untuk diremix, kamu perlu kuasai dulu tempo yang umumnya dihitung berdasarkan beats per minute (BPM). Contohnya, house music itu berada di kisaran 120-132 BPM, sedangkan dance hall berada di sekitar 100-115 BPM, atau hip-hop memiliki kisaran 130-200 BPM.Hal dasar ini menjadi amat penting agar memudahkan kamu dalam nge-mix beberapa lagu menjadi satu kesatuan. 

3. Kulik terus beat matching langkah selanjutnya adalah menguasai beat matching. Pada dasarnya, beat matching adalah di mana saat kamu menyamakan beat dari dua buah lagu, agar kedua lagu tersebut bisa dikombinasikan. Perlu kamu tahu, untuk melakukan hal ini sangatlah tricky. Dibutuhkan sense of music yang kuat serta ketelitian agar tidak ada “break” atau jeda kosong di antara transisi kedua lagu tersebut.

4.  Kendalikan dirimu dan Para pendengar musikmu sekaligus sama seperti seorang sutradara saat menciptakan sebuah film. Seorang DJ juga harus mampu mengendalikan suasana dan mood pendengar/penonton dengan musiknya di dance floor. Istilah kerennya adalah “mood building”. Kamu harus bisa menyusun list lagu dengan rapih serta tahu kapan menurunkan dan menaikkan kembali mood penonton.Secara tidak langsung, hal ini juga mengingatkanmu untuk tidak egois alias “asyik sendiri” di depan turntable. Ingat, kamu meracik sebuah musik untuk didengar oleh orang lain, bukan untuk dinikmati sendiri.

5. Gali terus referensi, bangun relasi dan tingkatkan jam terbangJika kamu sudah menguasai satu genre musik, maka tidak ada salahnya untuk kamu menggali jenis genre lainnya. Jangan sekali-kali mengotak-ngotakan jenis musik. Karena dari tiap musik yang ada, kamu bisa mendapatkan inspirasi yang positif. Kemudian, yang tak kalah penting adalah terus bangun relasi dengan para musisi. Musisi yang dimaksud tidak terbatas hanya dari kalangan DJ saja, ya. Kamu bisa bergaul dan bertukar pikiran bahkan dengan gitaris, drummer, hingga pianis.

Kembali lagi, dari mereka kamu bisa memperkaya imajinasi bermusik kamu.Terakhir, terus cari panggung! Karena tidak ada gunanya kamu membuat atau meracik musik, tetapi jarang mendapatkan gig. Kesempatan kamu untuk berkembang bisa didapat salah satunya adalah dari aksimu di atas panggung.Saat kamu perform sebagai DJ tentu cukup menguras keringatmu. So, jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan kamu, agar terhindar dari penyakit. (Berbagai sumber)

Komentar


VIDEO TERKINI