Karantina WNI Asal Wuhan, Menkes Terawan Buka Kantor di Natuna

Senin, 3 Februari 2020 14:48

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membenarkan adanya penundaan penerbangan dari dan ke Tiongkok mulai Rabu (5/2). Penundaan itu tidak termasuk Hongkong dan Makau. ”Penundaan sementara ini untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular. Sebab, salah satu potensi penyebaran virus adalah akses transportasi udara,” katanya kemarin.

Kebijakan tersebut harus dipatuhi maskapai Indonesia. Seluruh maskapai yang melakukan penerbangan dari Tiongkok menuju Indonesia juga tak boleh mendarat di bandara tanah air. Termasuk mereka yang hanya transit di Tiongkok. Saat ini tercatat lima maskapai nasional mengoperasikan penerbangan ke RRT.

Yakni, Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Budi meminta maskapai nasional maupun asing melakukan penyesuaian dengan tetap mengutamakan kepentingan konsumen. ”Agar kerugian penumpang dapat diminimalkan,” paparnya.

Pada bagian lain, pesawat penjemput WNI di Wuhan akan mendapat treatment khusus. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menjelaskan, pesawat diparkir di area yang berjauhan dengan pesawat yang lain. Sebelum dibersihkan, pesawat harus dalam keadaan kosong. Petugas yang membersihkan harus memakai alat pelindung diri. ”Bagian pesawat utama yang akan dilakukan disinfeksi adalah kabin dan kargo atau bagasi,” ucapnya.

Bila semua prosedur dilaksanakan dengan baik, pesawat akan terbebas dari virus korona. ”Setelah pesawat dinyatakan bebas dari virus korona oleh kantor kesehatan pelabuhan, barulah pesawat ditarik ke hanggar untuk dilakukan perawatan lebih lanjut,” kata Novie.

Komentar