Korban Pertanyakan Alasan Hakim PN Makassar Terima Permohonan Status Tahanan Kota Terdakwa Penipuan

Senin, 3 Februari 2020 22:13

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Proses hukum kasus penipuan cek kosong di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, terus bergulir.

Direncanakan, sidang lanjutan yang dijadwalkan, Senin (3/2/2020), dengan agenda mendengarkan keterangan pemeriksaan saksi, urung terlaksana alias ditunda.

Di sisi lain, pihak korban, Henry Sumitomo, mempertanyakan alasan, Hakim PN Makassar menerima permohonan terdakwa, Natalia Fadli, sebagai tahanan kota.

Padahal, pada saat proses hukum di tingkat kepolisian, terdakwa ditahan dan status DPO. Demikian pula saat proses di kejaksaan, pelaku juga ditahan.

Dikatakan Henry, pihak terdakwa tidak ada itikad damai dengan pihak korban. Khususnya menyelesaikan kewajibannya membayar atas biaya sewa alat berat.

Atas perbuatan terdakwa, korban Henry Sumitomo harus mengalami kerugian besar. Setelah ditipu terdakwa dengan memberikan cek kosong sebagai bentuk pembayaran.

“Selaku korban penipuan, saya mau tahu apa dasar pihak Pengadilan Negeri (PN) Makassar memberikan status tahanan kota kepada pihak terdakwa. Mengapa pas di pengadilan terdakwa jadi status tahanan kota. Apa alasannya,” jelas Henry, Senin (3/2/2020).

Terdawa dijerat dengan pasal pidana berlapis. Yakni Pasal 378 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 372Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Henry berharap, agar Hakim memberikan hukuman setimpal atas perbuatan terdakwa. Agar tidak ada lagi koban lain tertipu oleh ulah terdakwa, Natalia Fadli.

Komentar