Nurdin Abdullah Menangis Saat Ketemu Putri

Senin, 3 Februari 2020 14:17

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Suasana penjemputan Dr Putri Fatimah Nurdin menjadi hening seketika, setelah pembacaan doa oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah. Didaulat memberi sambutan, dia tidak mampu menahan haru.

Air matanya mengalir jatuh di pipi. Suaranya tidak bisa keluar. Suasana hening selama tiga menit. “Saya minta maaf. Ntar,” Nurdin Abdullah membuka suara. Suaranya hampir tak tersengar. Kecil dan tertahan lagi. Suasana kembali hening.

Ketua Tim Penggerak PKK yang berdiri di samping kanan mengusap bahu suaminya. Putri yang berdiri di samping kiri, Syamsul Reza, dan Fathul Fauzi yang berdiri di belakang hening. Puluhan orang yang hadir menjemput putri diam. Tidak ada suara.

“Maaf. Saya terharu karena putri dengan kemauan yang besar bisa mewujudkan harapan saya dan mamanya. Dia mandiri. Adik-adinya mandiri. Saya bangga hari ini,” ujar Nurdin Abdullah membuka keheningan.

Pekan lalu, Putri berhasil meraih gelar itu setelah sukses mempertanggungjawabkan desertasinya di hadapan sidang terbuka dengan judul; Landslide Susceptibility Assessment and Cost Benefit Analysis on Mitigation Measure in Bili bili Watershed, South Sulawesi-Indonesia.

Risetnya mengenai memetakan penyebab utama longsor di wilayah hulu Sungai Jeneberang, dan membuat skenario mitigasi yang efektif dan optimal mengendalikan longsor di hulu dan banjir di hilir.

Selama enam tahun terakhir, dimulai dari program master, Putri Nurdin Abdullah mendalami earo control engenering. Dengan gelar ini, Putri mengikuti jejak kedua orang tuanya menjadi mahasiswa lulusan Universitas Kyusu.

Nurdin Abdullah berharap, anaknya bisa mengaplikasikan ilmunnya untuk pembangunan di Sulsel. “Ilmunya Putri ini lagi dibutuhkan. Dia belajar tentang penyebab bencana. Ilmunya memetakan daerah yang rawan bencana,” jelas Nurdin Abdullah.

Komentar