Pejabat Meninggal Satu Hari Sebelum Dilantik, Pemprov Sulsel Tetap Melantik

Senin, 3 Februari 2020 19:48

“Barusan saya bicara dengan kepala BKD, memang ada yang meninggal dari PSDA, itu meninggalnya 1 hari sebelum pelantikan, artinya SK itu digodok jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga tidak bisa lagi ada perubahan,” jelasnya.

Selle menambahkan, pada saat rapat pembahasan APBD 2020 lalu di komisinya, Kepala BKD Asri memaparkan soal fokus penataan database kepegawaian. Selle menilai dengan sistem tersebut harusnya BKD dapat dengan mudah mendeteksi rekam jejak pejabat, termasuk jika ada yang meninggal dunia.

“Pada saat keluarga ini berduka masa pimpinan tidak tahu, lucu. Logikanya kan pada saat berduka, ini kan kalau kita di satu atap rumah besar dalam pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan. Jangankan pegawai tetap, pegawai tidak tetap saja yang orang biasa sebut honorer, ketika dia mengalami musibah apalagi kematian kan mestinya atasannya tahu, mestinya pimpinannya tahu. Sehingga ini tidak perlu terjadi,” tegasnya.

Apalagi kata Selle, pada saat pejabat yang bersangkutan meninggal dunia pihak ahli waris pasti membuat laporan. Hal ini agar seluruh hak almarhum langsung diberikan.

Bagikan berita ini:
8
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar