IDP Cari Anak Muda yang Siap Berkolaborasi

FAJAR.CO.ID, LUWU UTARA -- Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mencari anak muda yang siap untuk berkolaborasi.

Hal itu disampaikan bupati yang populer disapa IDP ini saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat Himpunan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara (PP HIKMAH LUTRA) Periode 2019-2020, di Aula La Galigo, Senin (3/2/2020) kemarin.

Bukan tanpa alasan, berkaca pada kisah sukses anak muda yang memanfaatkan teknologi informasi di era digitalisasi ini, IDP mendorong pemuda/organisasi menjadi start up di bidang ekonomi kreatif.

"Saat ini kita lagi mendorong ekonomi kreatif. Pemda kerja sama dengan KNPI untuk mendukung program pemerintah dalam membentuk wirausaha pemula pemuda dan perempuan. Tahun lalu, dari 60 kelompok usaha yang diberikan bantuan stimulan permodalan masing-masing Rp10 juta, 25 di antaranya adalah kelompok yang difasilitasi oleh KNPI. Pemerintah akan daftarkan kelompok ke dalam SIKP sehingga adik-adik bisa mendapat bantuan hingga Rp50 juta tanpa agunan di lembaga perbankan," ungkap IDP yang menerima apresiasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupa penghargaan TPAKD kategori penggerak percepatan akses keuangan daerah, dan penghargaan TPAKD kategori kebijakan Pemkab dalam mendorong percepatan akses keuangan daerah.

IDP yang merupakan mantan Dosen Universitas Indonesia ini berharap, ada perubahan yang signifikan dalam pergerakan kemahasiswaan/kepemudaan.

"Pemda tidak akan intervensi jika kita tidak siap

karena Pemda mencari organisasi yang siap berkolaborasi/bersinergi, karena sekarang eranya tidak lagi berkompetisi tapi berkolaborasi. Ibaratnya, orang tua tidak pernah berkompetisi dengan anaknya, mari kita mulai dengan saling menghargai dan saling mencintai. Adik-adik harus memulai sekarang, sebab berusaha tidak harus menunggu kita selesai kuliah, minimal buat satu aplikasi, yang paling penting pertama yang harus dibangun adalah optimisme," pesannya.

"Lihat saja pendiri Traveloka atau pendiri Gojek yang kini jadi menteri. Boleh jadi mereka tak punya hotel, tak punya pesawat, tak punya restoran, tapi bisa menjual tiket hotel dan pesawat, bisa menjual dan mengantar makanan ke sana ke mari, mengambil keuntungan dari aplikasi tersebut dan jadi triliuner di usia muda," imbuh IDP.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...