Rapat Koordinasi Operasi TNI Angkatan Udara Menuju Zero Accident

Selasa, 4 Februari 2020 19:47

Asisten Operasi Kasau Marsda TNI Dr. Umar Sugeng Hariyono, MM, membuka Rapat Koordinasi Operasi TNI Angkatan Udara tahun 2020.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA –- Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Asops Kasau) Marsda TNI Dr. Umar Sugeng Hariyono, MM, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Operasi TNI Angkatan Udara tahun 2020, diikuti 138 peserta yang berasal dari Mabesau, Kotamaops TNI AU, Kotamabin TNI AU, dan para Komandan Satuan Jajaran TNI AU, di Mabesau Cilangkap, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Rapat koordinasi yang tetap memfokuskan pada tercapainya kembali Zero Accident, mengangkat tema; “Berlandaskan Jiwa Profesionalisme, Militan, dan Inovatif, Kita Tingkatkan Kemampuan Operasi dan Latihan dalam Rangka Mendukung Tugas TNI AU”.

Asops Kasau Marsda TNI Dr. Umar Sugeng Hariyono, MM, dalam sambutannya mengatakan, memasuki tahun 2020 ini yang diawali dari Rapim Kemhan, Rapim TNI-Polri, Rapim TNI, serta Rapim TNI AU, banyak substansi yang harus dijabarkan kepada satuan bawah, khususnya yang berkaitan dengan evaluasi Operasi 2019 dan perencanaan Operasi 2020.

Menurutnya, Staf Operasi Angkatan Udara telah menyusun dan mengkoordinasikan program kerja bidang operasi dan latihan tahun 2020, sekaligus memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara Staf Operasi Supervisi Sopsau, satuan jajaran, serta satuan samping.

Oleh sebab itu, Asops Kasau ini mengharapkan, pada Rakorops ini dapat menghasilkan rancangan program kerja bidang operasi dan latihan tahun 2020 yang didasarkan dari hasil Rapim sebelumnya, serta mempertimbangkan hasil evaluasi yang telah dilaksanakan pada kegiatan Rakernisops 2019 yang lalu.

“Dan terpenting pada Rakorops ini, tersusunnya program kerja bidang operasi dan latihan yang realistis dengan beban tugas sesuai dengan kapasitas satuan pelaksana, sehingga diharapkan sepanjang tahun 2020 tercapai kembali Zero Accident,” imbuh Umar Sugeng Hariyono.

Umar Sugeng Hariyono juga mengatakan, hasil evaluasi dan kebijakan pimpinan, jam terbang operasi akan dikelola langsung oleh Staf Operasi Mabesau dan jam terbang latihan akan dikelola oleh Skadron Udara.

“Sehingga diharapkan terjadi pemerataan untuk tugas operasi dan pelaksanaan jam terbang operasi yang optimal, serta pelaksanaan latihan disatuan khususnya latihan perorangan dapat terlaksana secara maksimal,” pungkas Mantan Pangkoopsau II Makassar ini.  (lis)

Komentar