Tuntut Honorer Diangkat PNS, Warga Blokade RSUD Kwaingga

Perwakilan tenaga medis RSUD Kwaingga menyerahkan aspirasi kepada Wakil Bupati Keerom Pieter Gusbager (dua kiri) saat aksi demo pada awal Januari 2020. Foto: ANTARA /HO-Facebook Arief Purnomo

FAJAR.CO.ID, KEEROM – Sejumlah warga melakukan aksi blokade RSUD Kwaingga, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, menuntut agar tenaga honorer diangkat menjadi PNS.

Kapolres Keerom AKBP Baktiar Joko Mujiono ketika dihubungi lewat telepon seluler dari Kota Jayapura, Papua, Senin (3/2) mengatakan pemblokadean RSUD Kwaingga milik Pemkab Keerom karena soal tenaga honorer dan berbagai permintaan lainnya.

Dikatakan, pemblokadean terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIT, oleh oknum warga yang merasa peduli dengan nasib para tenaga honorer di RSUD Kwaingga yang tidak jelas.

“Yang palang atau blokade itu dari masyarakat. Intinya mereka minta pihak terkait untuk perhatikan RS Kwaingga termasuk dengan para tenaga honorernya,” katanya.

Namun, aksi pemblokadean yang sempat viral di media sosial dan melumpuhkan aktivitas di RSUD Kwaingga hanya berlangsung beberapa jam saja.

“Tadi, Pak Kasat Intelkam Iptu Enceng yang bernegosiasi dan bersama warga membuka blokade tersebut,” katanya.

Dia mengakui bahwa sebelum aksi pemblokadean itu dilakukan ada surat pemberitahuan rencana aksi tersebut dari warga setempat.

“Tapi sudah disampaikan bahwa RSUD Kwaingga merupakan fasilitas umum yang tidak boleh diblokade dan ini dipahami. Intinya warga hanya ingin sampaikan aspirasinya dan aksi mereka kemudian dilanjutkan di DPRD Keerom,” katanya. (ant/jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...