Dalam Lift

Rabu, 5 Februari 2020 08:06

Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID– Akhirnya ada dua orang di luar Tiongkok yang meninggal karena virus Wuhan. Satu di Filipina, satunya lagi di Hong Kong.

Dua-duanya asal Tiongkok. Dua-duanya dari Provinsi Hubei yang ibu kotanya Wuhan.

Terbukti pula jumlah yang meninggal itu sekitar 2 persen dari yang tertular. Prosentase itu tidak pernah berubah. Jumlah yang tertular memang terus bertambah. Sudah melebihi SARS 18 tahun lalu.

Yang meninggal juga sudah lebih setengah korban SARS. Bahkan khusus untuk Tiongkok yang meninggal sudah melebihi SARS.

Hanya saja 80 persen yang meninggal itu ada di kota Wuhan –tempat ikan dan binatang liar dijual di salah satu pasar basah di sana.

Angka menarik lainnya: 80 persen yang meninggal usianya di atas 60 tahun. Dan mereka itu orang yang selama itu sudah punya sakit penafasan atau gula darah.

Angka-angka itu membuat kepanikan agak mereda. Selama ini begitu paniknya. Sampai masker penutup mulut habis di mana-mana. Teman-teman saya di sana sampai minta saya mengirim masker dari Indonesia.

Yang juga berhasil meredakan kepanikan adalah penjelasan tertulis Profesor Kenneth Tsang. Ia ahli penyakit penafasan di Hongkong.

Kenneth Tsang membuka praktek di Hongkong tapi syaratnya banyak: hanya untuk orang yang sudah bikin janji sebelumnya. Tarifnya Rp 4 juta sekali ketemu.

Komentar


VIDEO TERKINI