“Si Hati yang Luka”

Rabu, 5 Februari 2020 17:17

Suwardi Thahir

Nakhoda Baru Pare Pos (1)

Oleh: Suwardi ThahirKetua PWI Parepare Pertama

Pare Pos, koran kebanggaan Kota Parepare dan kawasan Ajattapareng berganti nakhoda. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Senin, 3 Januari 2020 pemilik modal menunjuk Drs Mappiar HS menjadi Direktur menggantikan Harun Hamu, Direktur sebelumnya yang memilih hijrah ke Yogyakarta.

Mappi, demikian kami menyapanya, bukan orang baru di media cetak, dunia bisnis dan organisasi kewartawanan. Pengalaman panjang dan berliku di dunia persuratkabaran dan bisnis telah dilakoninya dengan deretan prestasi dan kisah beriak.

Selain loyalitas, pemegang saham memilih Mappiar karena catatan karier yang bernas, keluasan jaringan, kompetensi dan rekam jejak yang mumpuni. Modal ini diharapkan dapat memotivasi karyawan Pare Pos untuk mentransformasi kinerjanya.

Karier kewartawanan Mappiar dimulai sebagai reporter ketika Harian FAJAR masih berkantor di jalan Achmad Yani, Makassar sekira 30 tahun silam. Di sana ia diberi tugas khusus mengisi rubrik HATI YANG LUKA. Rubrik yang dicomot dari judul lagu Betharia Sonata yang saat itu sedang naik daun.

Rubrik ini cukup digandrungi ibu-ibu dan disukai bapak-bapak krn liputannya mengupas kasus perceraian yg sedang disidangkan Pengadilan Agama. Banyak cerita aneh dan lucu terungkap di situ. ”Ada istri menggugat cerai karena suami sudah tak kuat di atas ranjang,” kata Mappi sambil terkekeh. ”Saat mereka pulang usai sidang, keduanya malah berboncengan,” ungkapnya saat mengenang masa-masa di lapangan mengejar berita.

Selain meliput di pengadilan Agama, dia juga ngepos di kantor Kadin Sulsel yang berada di seberang jalan redaksi Harian FAJAR. Bersama wartawan seangkatannya, Amran A. Sayuti, Mufti Hendrawan dan fotogrfer Ghalib (alm), Mappiar menghasilkan berita yang banyak menginspirasi dan menjadi referensi pengusaha.

Pada era 1990-2000-an, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel sangat diperhitungkan. Akselerasi organisasi pengusaha ini mampu membuat anggotanya menguasai ‘perekonomian’ serta memengaruhi kebijakan pemerintah.

Saat itu, Kadin Sulsel dipimpin H.M. Jusuf Kalla, Alwi Hamu, Aksa Mahmud, Razak Djalle dan lainnya dengan Sekretaris Husain Ibrahim. Boleh dibilang kegiatan ekonomi Sulsel dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) digodok di Kadin Sulsel dan Mappiar cs adalah corong yang melantangkan informasi itu sehingga cepat tersosialisasi. (Berlanjut ke tulisan 2)

Komentar


VIDEO TERKINI