Firli Klaim Penarikan Penyidik Sesuai Prosedur, WP KPK: Tidak Pernah Ada Pemberitahuan

Kamis, 6 Februari 2020 22:33

Kantor KPK.

FAJAR.CO.ID — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal polemik pemulangan penyidik Rossa Bekti Purba ke institusi asalnya di Mabes Polri. Firli Bahuri lagi-lagi mengklaim, pengembalian penyidiknya ke Mabes Polri telah memenuhi prosedur yang berlaku.

“Tanggal 13 Januari itu diterima suratnya penarikan terhadap dua penyidik, dari Kejaksaan Agung juga kita terima penarikan dua Jaksa penuntut umum (Yadyn Palebangan dan Sugeng). Kemudian, tanggal 15 dibahas, tanggal 21 dibuatlah surat keputusan pemberhentian yang bersangkutan (Rossa), jadi apa yang tidak ada,” kata Firli di Kompleks DPR, Kamis (6/2).

Kendati demikian, soal pernyataan Mabes Polri yang secara tegas menyatakan Rossa masih bertugas di KPK pun tak digubris Firli. Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini mengklaim, pengembalian Rossa ke Mabes Polri sudah dikomunikasikan dengan Kapolri Jenderal Idham Azis.

“Yang jelas kita sudah melakukan komunikasi karena kita bersinergi,” klaim Firli.

Firli pun lagi-lagi menyebut, keputusan pengembalian Rossa ke Mabes Polri berdasarkan keputusan pimpinan KPK yang sudah dirapatkan.

“Putusan pimpinan sudah menyampaikan bahwa ada surat penghentiannya, sudah dikirim. Saya kira itu,” jelas Firli.

Sebelumnya, berdasarkan catatan Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo menyebut, rekannya tidak pernah menerima surat pemberhentian dari KPK maupun Mabes Polri soal penarikannya.

Padahal, Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya telah menegaskan, penyidik Rosa telah dikembalikan ke institusi asalnya ke Mabes Polri sejak 22 Januari 2020. Jenderal bintang tiga itu menyebut, surat keputusan pemberhentian terhadap penyidik Rosa telah ditanda angani oleh Sekertaris Jenderal KPK dan Kepala Biro SDM KPK.

Komentar