Kejaksaan dan BPN Kolaborasi Atasi Kasus Tanah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Dr Muhammad Firdaus dan Kepala Agraria/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel Bambang Priyono meneken nota kerjasama di Baruga Pattingalloang, Kompleks Gubernuran, Makassar, Kamis 6 Februari 2020.

Nota kesepahaman tentang Koordinasi dan Kerjasama Pelaksanaan Tugas dan Fungsi dalam Rangka Penegakan Hukum dan Pemulihan Aset di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang itu juga diteken Kepala Kejari dan Kepala BPN se Sulsel.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengajak semua komponen aparat mengikuti langkah yang digagas Kejati Sulsel dan Kanwil Badan Pertanahan Sulsel untuk memperkuat kolaborasi.

Nurdin Abdullah mengatakan, sejak awal menjabat Gubernur Sulsel membangun sinergitas. "Saya terus mendorong semua pihak untuk memperkuat sinergitas," jelasnya.

Menurut Nurdin Abdullah, kolaborasi kejaksaan dan badan pertanahan ini akan mempercepat proses penyiapan lahan dan tata ruang untuk mendukung program strategis pemerintah.

Dijelaskan, tanah selalu menjadi masalah klasik dalam proses pembangunan. "Ini menjadi awal dari percepat proses pembangunan," katanya.

Kajati Sulsel Muhammad Firdaus menjelaskan, kerja sama ini sebagai tindak lanjut di daerah kerja sama yang sudah dilakuman Kepala Kejaksanaan Agung dan Menteri Agraria di Jalarta.

Muhammad Firdaus berharap, kerja sama ini banyak menyelesaikan kasus tanah yang selalu menjadi kerikil dalam progres pembangunan. Nurdin Abdullah mengapresiasi kerja keras Kajati yang sukses mengembalikan aset Sulsel senilai Rp7,1 triliun. (*/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...