Kiai Migas

Kamis, 6 Februari 2020 08:29

Gus Kikin bersama DI's Way dan para tamu

Ipang Wahid (kiri), DI’s Way dan para tamu. Padahal Ipang punya kemampuan leadership yang unggul. Ipang yang pernah menjadi sutradara banyak film Indonesia itu lantas beralih ke konsultan politik. Ia begitu dekat dengan presiden. Jasanya sangat besar untuk kemenangan Presiden Jokowi. Di periode pertama maupun kedua.

Ipang-lah yang di hari-hari duka ini menjadi tuan rumah di Tebu Ireng.

Waktu saya masuk ruang tamu, masih banyak pelayat yang di rumah itu. Ipang bercerita bagaimana almarhum ayahnya di hari-hari akhir beliau.

Ketika ibunya muncul dari ruang dalam, Ipang berdiri. Ganti ibunya yang bercerita. Mulai Gus Sholah masuk RS Harapan Kita sampai jantung almarhum sukses diablasi –dan kemudian boleh pulang. Tapi Gus Sholah harus masuk RS lagi. Diketahuilah banyak cairan di jantung beliau. Cairan itu lantas disedot. Mencapai 500 mililiter. Ternyata cairan itu muncul lagi di jantung beliau. Disedot lagi. Tiap setengah jam.

Dokter pun sempat curiga. Jangan-jangan telah terjadi kesalahan dalam proses ablasi. Meski rasanya tidak mungkin. Untuk memastikannya dokter memutuskan membuka dada almarhum. Dilihatlah kondisi fisik jantung beliau. “Ternyata dokter tidak menemukan kesalahan apa pun dalam proses ablasi,” ujar Ny. Farida, istri Gus Sholah.

Kondisi Gus Sholah pun kian serius. Jam 4 sore Ny Farida bertanya ke dokter. “Secara teknis-medis apakah masih ada harapan?“ ujar Ny Farida menirukan pertanyaannyi ke dokter.

Komentar


VIDEO TERKINI