Kiai Migas

Kamis, 6 Februari 2020 08:29

Gus Kikin bersama DI's Way dan para tamu

“Kami berempat sama sekali tidak merasakan ada gerakan apa pun,” ujar Ny Farida.

Begitu damainya perjalanan terakhir nafas Gus Sholah.

Husnul khotimah.

Amin.

Dari kediaman Gus Sholah ini saya menuju makam. Yang letaknya hanya beberapa belas langkah di depan rumah itu.

Di makam itulah Presiden Gus Dur dimakamkan. Di situ juga Gus Sholah dikebumikan.

Begitu banyak orang yang datang. Termasuk yang dari Blitar, Bondowoso, Situbondo, dan banyak lagi. Mereka duduk bersila untuk mengucapkan tahlil di dekat makam itu.

Saya pun beralih lagi ke rumah induk di Pondok Tebu Ireng itu. Yang hanya tiga rumah di sebelah rumah Gus Sholah. Saya masih juga terus bersama Gus Irfan.

Di rumah induk inilah saya ditemui Gus Kikin. Yang nama lengkapnya adalah Abdul Hakim Mahfudz.

Suguhan tamu di situ banyak sekali. Saya pilih makan duku saja. Yang sangat manis dan lezat itu.

Gus Kikin itulah yang telah ditunjuk menggantikan Gus Sholah menjadi pimpinan tertinggi Tebu Ireng.

Kami duduk bersila di ruang depan rumah induk itu. Ngobrol banyak hal. Tapi saya yang memulai bicara.

“Jadi, Gus Kikin ini ternyata mondok di mana-mana ya?” kata saya. Ada semacam permintaan maaf di balik pertanyaan itu.

Komentar


VIDEO TERKINI