Nasabah Korban Gempa Palu, Manulife Cairkan Asuransinya

  • Bagikan

Tidak hanya itu, ia juga mendapat fasilitas dibebaskan dalam membayar premi selama satu tahun. Pihak Manulife yang membayar preminya itu. Sejak kejadian tersebut, baik Adi maupun Sufiaty mulai sadar pentingnya asuransi bagi masyarakat Indonesia. Apalagi, tragedi tidak bisa diketahui kapan akan terjadi.

“Sebaiknya kita semua punya asuransi. Kita tidak tahu tiba-tiba dibutuhkan, karena itu sangat berguna. Awalnya saya termasuk orang yang tidak percaya sama asuransi. Dengan kejadian seperti ini, saya semakin paham sebaiknya tiap keluarga memiliki asuransi. Soalnya kita tidak tahu kapan terjadi tragedi, kecelakaan, dan kematian,” ujar Adi.

Berdasarkan pengalaman itulah yang membuat saat ini Sufiaty berniat bergabung menjadi agen Manulife. Menurut dia, pentingnya membangun pemahaman pentingnya memiliki proteksi perlu terus digaungkan kepada masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan, pihaknya memahami kebutuhan solusi perencanaan keuangan keluarga Indonesia yang beragam, termasuk kebutuhan nasabah yang mengalami musibah bencana alam.

Menurut dia, nasabah tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Terbukti hingga November 2019 (un-audited), Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp5,3 triliun atau setara Rp15 miliar per hari atau Rp608 juta per jam.

Sebelumnya, pada tahun 2018, Manulife membayar klaim ke nasabah Rp5,5 triliun atau Rp15 miliar setiap harinya, dan Rp626 juta setiap jamnya. Tahun 2017, Manulife Indonesia membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 6,6 triliun atau sekitar Rp18 miliar per hari atau berkisar Rp753 juta per jam. Tahun 2016, jumlah klaim yang dibayar sebesar Rp6,8 triliun, sedangkan pada tahun 2015 mencapai Rp5,6 triliun. (rls-ham)

  • Bagikan