Politisi Muda dan Kesabaran

Kamis, 6 Februari 2020 15:08

Oleh Rusman Madjulekka

“Dalam sebuah pertandingan atau kompetisi sepakbola, kesabaran adalah kunci kemenangan,” ungkap ‘legenda hidup’ sepakbola Makassar, Syamsuddin Umar, dalam sebuah perbincangan ringan di sebuah kedai kopi di Kota Makassar, suatu pagi.

Mantan pemain PSM Makassar yang sukses meniti karir sebagai pelatih dan pernah dikirim PSSI berguru ilmu sepakbola di Brazil bersama Rusdy Bahalwan (legenda sepakbola Surabaya) ini menguraikan, banyak ‘young player’ suatu tim yang kerap bernafsu ingin cepat “cetak gol” karena tergoda selebrasi dan yel-yel pujian.

Memang semua orang ingin menang. Namun ketidaksabaran itu awal kekalahan yang justru merugikan tim.

Belajar kisah ‘kesabaran’ dari Pak Syam, begitu ia biasa dipanggil, punya relevansi dalam konteks politik. Dalam setiap kontestasi dan kompetisi politik misalnya, banyak terdengar kabar dan informasi di media massa terkait kemunculan sejumlah sosok politisi muda. Bahkan mereka disebut-sebut sebagai ‘rising star’. Tapi sayangnya, dalam perjalanan waktu, beberapa diantara mereka perlahan meredup dan ada juga yang hilang jejak bak ditelan bumi.

Karena itu, tidak salah bila kemudian publik menganggap salahsatu faktor yang menyebabkan banyak politisi muda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang “berguguran” alias layu sebelum berkembang, baik di pentas lokal apalagi nasional, karena karakter tidak sabaran. Serba instan, dan ingin cepat “cetak gol”(pinjam istilah Pak Syam).

Komentar