Firli Bahuri Bertemu Pihak Berperkara, Jubir KPK Bilang Ini

Jumat, 7 Februari 2020 15:27

Jubir KPK Ali Fikri. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui adanya aturan yang melarang pimpinan KPK untuk bertemu dengan pihak-pihak yang diduga terkait dengan suatu perkara yang tengah ditangani lembaga antirasuah. Aturan larangan itu tidak hanya ditujukan pada pimpinan, tapi juga berlaku untuk pegawai KPK.

“Memang betul ada kode etik terkait dengan dilarangnya pimpinan atau pun siapapun ya penyidik dan yang kemudian berhubungan bertemu secara khusus dengan tersangka, terdakwa terpidana atau pihak pihak lain yang ada kemungkinan untuk berhubungan dengan pegawai,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/2) malam.

Namun, juru bicara berlatar belakang jaksa ini menyatakan, terdapat pengecualian dalam aturan-aturan mengenai konflik kepentingan dan kode etik.

Ali menyebut, pertemuan pimpinan KPK yang dihadiri Ketua KPK Firli Bahuri, serta Wakil Ketua KPK yakni Nurul Ghufron dan Lili Pantauli Siregar itu tidak melangggar aturan. Sebab, pertemuan dengan pimpinan DPR RI yang juga dihadiri oleh Muhaimin Iskandar dan Aziz Syamsudin digelar secara terbuka di DPR dan bukan ditempat tertutup.

“Ada pengecualian ketika kemudian ada tugas dinas yang kemudian itu diketahui oleh antar pimpinan oleh seluruh pimpinan bahkan kemudian kalau bawahan diketahui oleh atasan. Jadi memang ada pengecualian-pengecualian demikian,” ucap Ali.

Ali berdalih, pertemuan pimpinan KPK dengan dihadiri lima orang pimpinan DPR itu sudah terjadwal sejak lama. Terlebih pertemuan itu bukan dalam rangka membicarakan suatu kasus.

Bagikan berita ini:
7
7
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar