Prioritas Dipulangkan Anak-anak WNI eks ISIS

Jumat, 7 Februari 2020 20:31

“Apalagi ISIS, meski pada masa kejayaannya memiliki struktur dan teritori seperti negara, namun tidak pernah diakui oleh entitas internasional mana pun sebagai negara,” katanya.

Menurut Bonar, tindakan cukup mendesak yang perlu diambil adalah pemulangan anak-anak Indonesia, terutama yang berada di bawah usia 9 tahun. Karena, semakin lama tinggal di kamp tahanan, atmosfer yang buruk di kamp akan berdampak pada mereka, baik secara fisik maupun psikis.

“Semakin lama di sana, justru akan semakin terpapar oleh paham ekstrem ISIS dan dampak buruk situasi ekstrem di sana. Apalagi dari sejumlah pemberitaan internasional, para perempuan yang masih keras ideologisnya berusaha mempertahankan pengaruh dan menekan perempuan lain yang berusaha moderat untuk tetap bertahan pada paham keagamaan dan politik ekstremnya,” ujar Direktur Riset Setara Institute Halili.

Menurut Halili, dalam hal ini diperlukan identifikasi keluarga besar WNI eks ISIS, serta perancangan peran mereka dan para ahli rehabilitasi medis dan psikologis. Untuk itu, pemerintah perlu segera membentuk tim advance dan mengirim mereka ke Suriah, guna identifikasi orang-orang asal Indonesia yang berada di kamp dan mungkin juga di penjara.

“Tim advance inilah yang perlu dimandatkan tugas mewakili Indonesia dalam hubungan dan kerja sama dengan otoritas Kurdi dan kerja sama intelijen dengan negara lain yang memiliki keterkaitan isu dengan ISIS. Setelah itu, pemerintah harus menggunakan pendekatan hukum yang tepat dan adil,” ujarnya.

Komentar