Rekonstruksi Penyiraman Novel Baswedan Tertutup, Media Dilarang Mendekat

Jumat, 7 Februari 2020 08:39

Suasana rekonstruksi penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, Jumat, 8 Januari. Andi Saiful/Fajar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Giat rekonstruksi itu dimulai sekitar pukul 03.15 WIB

Pantauan JawaPos.com (grup fajar.co.id) di lokasi, Jalan Deposito T8, RT 03 RW 10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terlihat beberapa anggota bersenjata laras panjang. Mereka pun disebar untuk mensterilkan lokasi tempat kejadian perkara.

Dalam rekonstruksi ini, petugas melarang awak media untuk mendekat ke lokasi. Awak media dipaksa untuk menjauh kurang lebih 50 hingga 100 meter.

“Rekan-rekan media karena ini area akan digunakan untuk rekon, dimohon agak menjauh ya,” ujar salah satu penyidik Polda Metro Jaya di lokasi, Jumat (7/2) dini hari.

Selain itu, Novel yang diketahui tak bisa hadir diduga digantikan oleh orang lain. Pasalnya, ada seorang pria yang terlihat dari kejauhan menggunakan gamis warna coklat lengkap dengan peci.

Usai rekonstruksi dilakukan yang selesai sekitar pukul 06.15 WIB, Novel terlihat berada di depan rumahnya. Dia mengaku tidak bisa mengikuti rekonstruksi karena baru pulang menjalani pengobatan dari Singapura.

“Mata kiri saya permanen enggak bisa lihat lagi,” ungkap Novel.

Penyidik senior KPK ini pun mempertanyakan mengapa rekonstruksi dilakukan secara tertutup. Novel pun menyesalkan hal ini. “Kenapa rekonstruksinya tertutup? Ya kan wartawan tanya dong,” sesal Novel.

Komentar


VIDEO TERKINI