Rekonstruksi Tertutup, Ini Respons Novel Baswedan

Jumat, 7 Februari 2020 10:15

novel baswedan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan merasa kegiatan rekonstruksi kasusnya berjalan janggal. Novel merasa aneh karena lokasi dan waktu berjalannya rekonstruksi dilakukan serupa dengan kejadian yang menimpanya dua tahun silam.

Menurut Novel, tidak semestinya rekonstruksi kasusnya berjalan dini hari. “Iya saya sepakat (melihat kejanggalan, Red). Memang rekonstruksi kan mustinya dibikin lebih terang, tempatnya juga enggak harus disini, waktunya juga nggak harus sama (seperti peristiwa kejadian,Red),” kata Novel ditemui di depan rumahnya, Jalan Deposito T8, RT 03 RW 10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2).

Kendati demikian, Novel enggan mencampuri urusan penyidik Polda Metro Jaya. Menurutnya, tim penyidik punya pertimbangan mengapa rekonstruksi kasus penyiraman air keras dilakukan pada pukul 03.15 WIB.

“Tentunya penyidik punya pertimbangan sendiri dan saya tidak ingin mencampuri,” ujar Novel.

Novel menyatakan, dirinya juga tidak melihat dua anggota Brimob yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette. “Belum, karena gelap tadi kan saya sempat keluar ke masjid gelap, saya nggak terlalu jelas lihat dan kondisi mata saya memang sedang ada masalah,” urai Novel.

Oleh karena itu, Novel mengharapkan proses penyidikan yang dilakukan aparat kepolisian dapat dilakukan secara objektif. Dia pun meminta polisi tidak memotong pembuktian terkait kasus yang menimpanya.

Komentar