Virus Corona Makin Mematikan, Obat HIV/Aids Jadi Buruan

Jumat, 7 Februari 2020 14:37

Tim medis di Tiongkok tengah memeriksa sampel darah yang diambil dari pasien virus Korona. Jumlah kematian akibat virus Korona terus bertambah (STR / AFP)

FAJAR.CO.ID, BEIJING – Ketakutan warga Tiongkok terhadap ancaman virus corona sudah tinggi. Terlebih, sudah banyak juga warga yang mulai frustrasi untuk mendapatkan obat untuk mencegah virus corona. Pasalnya, penyebaran virus lebih cepat dari ketersediaan obat serta kesiapan fasilitas medis.

Mereka pun mulai memburu obat ke penderita HIV atau mencari ke importir obat ilegal. Meskipun belum ada bukti uji klinis, Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan obat HIV yakni lopinavir/ritonavir dapat digunakan bagi pasien virus korona.

Otoritas kesehatan China menyatakan, belum ada obat efektif untuk menangani virus yang telah merenggut 636 nyawa itu.

Obat Kaletra atau Aluvia versi lopinavir/ritonavir yang tidak dipatenkan oleh produsen AbbVie dan satu-satunya versi yang diperdagangkan di China pun diserbu. Biasanya obat ini digunakan untuk mengobati dan mencegah HIV dan AIDS.

Devy (38), seorang pekerja lepas di Provinsi Shandong, merupakan salah satu warga yang mencarinya. Dia khawatir telah tertular virus korona setelah dokter menemukan gejala-gejala pneumonia serta demam dan mual, meskipun hasil pemeriksaan negatif. Dia juga tidak bepergian ke Kota Wuhan atau Provinsi Hubei, pusat epidemi virus korona.

Dia mendengar dari temannya, bahwa seorang pria penderita HIV menawarkan Kaletra secara gratis kepada orang yang diduga terinfeksi virus korona.

“Ketika Anda ditinggalkan sendiri, melihat bayangan kematian dari jauh, saya rasa tidak ada seorang pun bisa merasa tenang,” kata Devy, dikutip dari Reuters, Kamis (6/2).

Komentar