Wabup Wajo Janji Sita Randis Ketua DPRD

0 Komentar

Wakil Bupati Wajo, Amran (baju merah) memantau pemeriksaan aset yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Bupati Wajo beberapa bulan lalu.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Wakil Bupati (Wabup) Wajo, Amran, berkomitmen dalam menertibkan aset Pemkab Wajo. Termasuk kendaraan dinas (Randis) Ketua DPRD Wajo Andi Alauddin Palaguna, segera disita.

Berdasarkan penelusuran FAJAR, Mitsubishi Pajero berwarna hitam DW 3 B dipakai Andi Alauddin merupakan pengadaan Sekretariat Daerah.

Awalnya mobil tersebut digunakan Muh Yunus Panaungi saat menjabat Ketua DPRD Wajo pada periode keduanya, 2014-2019. Kemudian Bupati Wajo waktu itu dijabat, Andi Burhanuddin Unru.

Muh Yunus yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. Kata dia, aset Sekretariat Daerah digunakan pada masa kepemimpinannya bukan atas keinginannya.

“Bukan saya yang mau waktu itu, tetapi Andi Burhanuddin. Katanya dari pada Patwal-nya pakai pengadaan baru, mending saya mi,” tuturnya, Jumat, 7 Februari.

Merujuk dari itu, tambah anggota Komisi III DPRD Wajo ini, mobil patwal Mitsubishi Pajero Bupati Wajo, Amran Mahmud, sebenarnya merupakan pengadaan Sekretariat DPRD Wajo.

“Dulu ditukar ki. Sama-sama Mitshubishi Pajero. Yang saya pakai dikasih patwal, saya dikasih yang pengadaan Sekretariat Daerah. Begitu ceritanya dinda,” jelas legislator dari Partai Golkar ini.

Sebelumnya Wabup Wajo Amran, menyampaikan, ingin menertibkan Randis miliki Pemkab Wajo. Itu dilakukan agar aset terdata dengan baik.

Saat dikonfirmasi kembali terkait aset Sekretariat Daerah digunakan oleh Ketua DPRD Wajo Andi Alauddin Palaguna. Amran menegaskan, tidak akan pandang bulu dalam menertibkan aset.

“Saya selalu tegas perihal Randis, kalau ada yang tidak sesuai, pasti saya tertibkan,” tegasnya.

Dia pun meminta kepada Sekretariat DPRD Wajo untuk mengembalikan pengadaan Sekretariat Daerah digunakan oleh Ketua DPRD Wajo tersebut secepatnya.

“Unit tersebut harus dikembalikan pekan ini,” tegasnya lagi.

Untuk Randis pengadaan Sekretariat DPRD Wajo digunakan patwal bupati. Lanjut Amran, akan mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

“Kalau itu saya belum cek statusnya. Kalau pengadaan Sekretariat DPRD, kita kembalikan pasti,” tutupnya. (man)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...