Legenda Usaha Cukur Pak JK

Sabtu, 8 Februari 2020 17:12

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Bisnis praktis tida ada sekolahnya, ujar Pak JK suatu saat. Ibarat berenang, mau gaya apa saja silahkan tapi jangan harap awalnya langsung pandai, pasti tenggelam dulu. Untuk memulai belajarlah dari tepi laut dan sungai untuk lebih amannya gunakan pelampung. Pilih gaya paling mudah bagi Anda, lalu mulailah berenang. Hampir sama dengan bisnis memulai dengan usaha usaha kecil atau mikro juga suatu pilihan. Artinya setiap orang punya kesempatan berbisnis tidak harus lulus sekolah ekonomi, kata Pak JK.

Selama menggeluti dunia bisnis, saya sudah melakoni sedikitnya 40 macam bisnis, termasuk perburuan harta karun, ungkap Pak JK. Bisnis pangkas rambut barber shop salah satunya. Sebagai pengusaha lokal, Pak JK selalu ingin melihat Ujungpandang atau kota Makassar setaraf dengan kota metropolitan lainnya di Indonesia karena itu ia misalnya membangun Mall Ratu Indah yang awal berdirinya era 90an masih sepi sepi pengunjung.

Jauh sebelumnya, tepatnya awal 70an, Pak JK kepikiran membuka usah Barber Shop. Karena selama ini tukang cukur yang beroperasi di Makassar sangat tradisional. Handuknya dipakai berkali kali, satu handuk digilir dari pelanggan ke pelanggan lainnya, belum pisau cukur buatan Cheko hanya jeda ketika diasah, sabun dan sikat bulu yang digunakan membuat bulu kuduk merinding.

Maka berdirilah sebuah usaha cukur yang dipimpin Alwi Hamu. Modalnya, enam orang ahli pangkas rambut didatangkan dari Madura, dilengkapi tempat duduk khas barber shop merek Takara yang lagendaris juga sebanyak 6 unit ditambah perlengkapan lain yang moderen pada masanya. Tempatnya pun strategis di salah satu sudut Gedung Percetakan Bhakti Baru (Kantor lama Harian Fajar) di Jl. Ahmad Yani. Walhasil inilah tempat cukur rambut paling referesentatif di Makassar pada masanya. Untuk mengukuhkannya sebagai rumah potong rambut kelas menengah, diadakanlah grand launching diwarnai dengan pemotongan rambut perdana Walikota Makassar yang saat itu masih bernama UjungPandang, HM. Dg. Patompo. Itulah langkah pertama perjalanan usaha cukur rambut Pak JK yang kemudian hanya seumur jagung.

Komentar