Dulunya Ramai Dihuni Warga, Sekarang Lokasi Ini Bagai Kampung Hantu

Minggu, 9 Februari 2020 14:59

Lokasi inibagaikan kampung hantu karena 39 rumah hanyut dan rusak berat akibat diterjang banjir bandang dan longsor awal tahun 2020. (Foto: Antara)

FAJAR.CO.ID — Permukiman di lokasi ini tak ubahnya kampung mati. Itu setelah kampung bernama Seupang di Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, luluh lantak diterjang banjir bandang dan longsor awal tahun 2020.

Kampung yang awalnya berdiri 39 rumah, 290 jiwa dan 70 kepala keluarga, saat ini menyisakan dua bangunan.

“Semua warga di sini mengungsi karena rumah dan isinya hanyut dan rusak berat diterjang banjir bandang dan longsor itu,” kata Hatta, seorang warga Kampung Seupang Kabupaten Lebak, Jumat.

Beruntung pada saat banjir bandang dan longsor tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kami berharap secepatnya direalisasikan pembangunan hunian sementara agar warga yang tinggal di tenda pengungsian dapat hidup nyaman dan aman,” katanya.

Bubun, seorang penanggung jawab korban pengungsian mengatakan, saat ini permukiman Kampung Seupang seperti kampung hantu tanpa penghuni, bahkan sampah dan lumpur masih terlihat berserakan.

Warga Kampung Seupang hanya mampu melihat kampung itu sebelumnya ramai juga penduduknya cukup padat, namun sekarang pasca-bencana banjir bandang seperti kampung hantu.

“Kami merasa prihatin dan iba melihat warganya kini tinggal di tenda-tenda pengungsian yang dibangun relawan dan warga setempat sebanyak 50 unit,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia menjanjikan bahwa pemerintah daerah bekerja keras ke pemerintah pusat agar warga yang ada di enam desa yang masuk proyek Waduk Karian segera dibayar ganti rugi lahan.

Komentar