Lecehkan Kader Perempuan di Training HMI, Oknum Koordinator Steering Dipolisikan

Minggu, 9 Februari 2020 12:29

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Intermediate Training HMI Cabang Bone telah selesai. Namun, kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh AASR terhadap peserta berlanjut. Kasusnya sudah dilaporkan ke polisi.

Hal itu diketahui berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/67/II/2020/SPKT/RES Bone, tanggal 6 Februari 2020 dengan perkara perbuatan pencabulan. Kejadian itu berlangsung di momen pelatihan yang pesertanya diikuti 63 orang dari berbagai daerah. Peserta perempuan juga hadir.

Pelecehan ini dilakukan oleh Koordinator Steering sendiri atau yang mengatur jalannya kegiatan. Pasca kejadian, HMI Cabang Bone langsung memberhentikannya sebagai koordinator steering.

Aktivis Perempuan Sulsel mengecam perbuatan asusila yang dilakukan oleh terlapor terhadap empat peserta perempuan yang mengikuti kegiatan itu.

“Pelaku harus segera ditahan. Apa yang dilakukannya tidak dapat ditoleransi. Harapan kami agar proses hukum segera berjalan dan ditindak segera,” kata Andi Syahruni Aryanti, kemarin.

Hal senada juga disampaikan oleh Beche BT Mamma. Atas kejadian itu, pelaku harus diberikan efek jera. Tidak boleh tidak. “Harus ada efek jera bagi pelaku. Tidak ada toleransi atas kejahatan seksual,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, modus pelecehan ini dimulai saat peserta sakit, kesurupan. Kemudian pelaku dengan alasan mengobati lalu menyentuh, mengoles tubuh korban atau peserta. Ada beberapa orang korban yang dilecehkan dengan cara berbeda oleh pelaku. (gun)

Komentar