Robek Trump

Minggu, 9 Februari 2020 16:25

Dia ambil lagi sisa kertas pidato itu. Dia kreeek lagi. Ambil lagi. Kreeeeek lagi. Sampai empat kali. Sampai kertas pidato itu terobek semua.

Lalu tumpukan sobekan pidato tersebut dia jadikan satu tumpukan. Lalu dia ambil untuk diempaskan di meja.

Adegan penyobekan itu terjadi di belakang punggung Trump yang lagi mengucapkan kalimat terakhir pidatonya.

Tidak ada perubahan di wajah Trump. Tumben. Tidak muncul ciri khas emosionalnya.

Pun Pelosi. Saat menyobek-nyobek kertas pidato itu wajahnyi tidak menunjukkan emosi atau kemarahan.

Itulah dua wajah pemain watak yang akan menarik perhatian para sutradara Hollywood.

Isi pidato itu sendiri memang mirip kampanye pilpres. Memang tidak ada aturan harus bagaimana isi sebuah pidato State of the Union.

Menurut konstitusi setahun sekali presiden mengucapkan pidato State of the Union di depan rapat gabungan DPR dan Senat. Yakni untuk melaporkan apa yang dilakukan presiden selama setahun.

Maka Trump tidak melanggar konstitusi. Termasuk ketika tidak mau menerima salaman Pelosi.

Trump memang sangat marah padanyi. Pelosi adalah tokoh Demokrat yang mengimpeachnya Trump.

Di hari pidato itu Senat lagi mengadili Trump: apakah impeachment DPR itu dikabulkan atau tidak. Tapi Trump sudah tahu hasilnya: Senat menolak impeachment. Mayoritas keanggotaan Senat di tangan partai Republik. Hanya satu anggota Republik yang menyetujui impeachment itu: Mitt Romney. Dari dapil negara bagian Utah. Ia dulu calon presiden. Tapi gagal menghadapi Barack Obama.

Komentar


VIDEO TERKINI