Robek Trump

Minggu, 9 Februari 2020 10:50

Oleh: Dahlan Iskan

Virus Wuhan membuat saya hampir ‘lupa permanen’ menulis perkembangan terbaru di Amerika.

Bahkan lupa juga bahwa besok adalah ulang tahun ke-2 DI’s Way. Begitu ingat sudah sangat terlambat.

Saya harus tiga kali memutar kembali pidato Presiden Donald Trump ini. Yang di depan forum gabungan DPR dan Senat itu. Yang disebut pidato State of the Union itu. Yang panjangnya 1,5 jam itu.

Inilah pidato yang dibuka dan ditutup dengan adegan permusuhan. Yang didemonstrasikan dua tokoh puncak eksekutif (Presiden Trump) dan legislatif (Ketua DPR Nancy Pelosi).

Tentu Ketua DPR-lah yang menyilakan presiden naik podium. Presiden Trump lantas mampir ke meja pimpinan DPR untuk menyerahkan map. Isinya: naskah pidato yang akan ia bacakan.

Pelosi pun berdiri untuk menerima map itu. Lalu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan presiden. Sang presiden langsung melengos menuju podium.

Diperlakukan begitu Pelosi terlihat sangat tenang. Tangannya yang sudah terjulur terlihat tidak cepat-cepat ditarik. Tapi wajahnya tetap tenang. Tidak mengekspresikan kekecewaan atau ejekan. Begitu matang ekspresi politiknya.

Namun ketika Trump nyaris menyelesaikan pidatonya terjadilah adegan ‘pembalasan yang lebih kejam’. Tiba-tiba Pelosi berdiri. Dia meraih kertas pidato Trump yang ada di mejanya. Lalu merobeknya, kreeek. Robekan itu dia empaskan di atas meja. Pelosi mengambil lagi sisa kertas pidato yang masih utuh: kreeeeek, dirobeknya lagi. Sobekannya ditaruh di atas sobekan pertama.

Komentar