STIK Tamalatea Makassar Komitmen Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Minggu, 9 Februari 2020 11:33

FOTO: SUL KIFLY/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Didukung berbagai upaya, termasuk meningkatkan kualitas SDM dan para alumni.

Diungkap oleh Ketua STIK Tamalatea Makassar, Dr Rahmawati dalam acara Pelantikan dan Pra Rapat Kerja Pengurus Ikatan Alumni STIK Tamalatea Makassar, Periode 2019-2022 di Kampusnya, Sabtu (08/02/2020).

Dalama acara tersebut Andi Tulleng terpilih sebagai Ketua Umum, Abdul Latif Lira sebagai Sekretaris Umum, dan Muhammad Basir sebagai Bendahara Umum, serta jabatan lainnya. Mereka dituntut menciptakan kepengurusan yang lebih dinamis.

“Kita berharap pengurus tertata dan bekerja lebih baik lagi. Alumni dan civitas akademika harus sejalan untuk memperbaiki kampus. Lebih dari itu, harus punya peranan membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah masing-masing secara preventif,” ungkapnya.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional. Menghadirkan kurang lebih 100 peserta dari berbagai kampus dan sekolah. Membedah kesehatan lingkungan dan masyarakat.

“Ada empat faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan yakni 40 persen lingkungan, 30 persen perilaku, 20 persen layanan kesehatan, dan 10 persen genetik. Saya fikir pemahaman tersebut perlu diperdalam oleh mahasiswa agar mampu membenahi lingkungan dengan program pencegahan,” tambah Rahmawati.

Materi disampaikan oleh Dosen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas Prof Anwar Mallongi, Ketua Prodi S-2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari Ramadhan Tosepu, Ketua Persakmi Maluku Utara Dr Marwan Polisiri, dan Staf Advokasi dan Kajian Walhi Sulsel Riski Saputra.

Ramadhan Tosepu mengatakan, peran tenaga kesehatan di era revolusi industri 4.0 sangatlah besar. Sebab, dunia baru erat kaitannya dengan populasi yang terus tumbuh dan inovasi dalam perawatan kesehatan.

“Indonesia harus memiliki pola pikir tentang paradigma sehat dan tidak hanya berfokus pada pelayanan untuk orang sakit tetapi pelayanan untuk orang sehat. Dengan promotif preventif terus meningkatkan kesehatan dengan melakukan kebiasaan hidup sehat,” paparnya. (sul)

Komentar


VIDEO TERKINI