Petugas Rutan Majene Gagalkan Narkoba dalam Mi Instan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAJENE — Petugas Rutan Majene berhasil gagalkan peredaran gelap narkoba yang diduga sabu-sabu kedalam rutan pada hari Minggu, 9 Februari 2020 sekira pukul 10.35 WITA

Plh Karutan Majene, Baharuddin menyampaikan kronologis kejadian. Saat itu, Ka Satgas Petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) Rahmat dan Anggota Satgas P2U Misbahuddin menerima 1 kardus mi instan untuk WBP atas nama Mul (inisial).

Mi tersebut dibawa oleh WBP lainnya (tamping kerja luar), Hus, dari jasa titipan bus dengan pengirim atas nama Abdul dari Mamuju, untuk Fahrul Sanjaya. “Namun setelah dicek di sistem data base pemasyarakatan tidak ada nama Fahrul Sanjaya di Rutan Majene,” kata Baharuddin.

Saat dilakukan pemeriksaan mi instan tersebut, ditemukan 1 bungkus mi yang telah terbuka dengan ujung bungkus yang dilipat. Didalamnya terdapat 2 paket kecil dan 1 paket besar yang diduga kuat adalah narkotika jenis sabu-sabu. Mul mengakui barang yang diduga sabu-sabu itu dia pesan menggunakan HP milik teman kamarnya pada hari Jumat, seharga Rp6 juta dengan berat 5 gram.

“Terkait temuan ini telah ditindaklanjuti dengan menyerahkan, Wbp dan Mul dan barang bukti kepada pihak Kepolisian Resor Majene,” lanjut Baharuddin.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Elly Yuzar saat ini berada di Rutan Majene melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Ia menginstruksikan Kalapas dan Karutan melakukan penggeledahan kamar hunian secara acak minimal sekali dalam seminggu, optimalisasi satopspatnal dan intelijen pemasyarakatan.

“Malam sebelum kejadian telah dilakukan penggeledahan dan ditemukan 3 HP warga binaan. Setelah diperiksa terdapat komunikasi mencurigakan, sehingga petugas meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan tersebut terbukti pada hari Minggu,” lanjutnya. (nur/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...