Satu Bukaan Mendekati 10 Orang Pak Ogah, Nurdin Abdullah Perintahkan Ditertibkan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Masalah pengatur lalu lintas ilegal atau Pak Ogah belum juga tuntas. Masih bebas berkeliaran. Bahkan satu bukaan mendekati 10 orang Pak Ogah beroperasi.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, kemacetan di Makassar sudah sering kali disebutnya harus dituntaskan. Sejak awal menjabat, dia meminta kemacetan ini prioritas diselesaikan. Salah satu biangnya karena keberadaan Pak ogah.

“Pak Ogah ini sejak awal sudah jadi keluhan. Saya sudah tegaskan kepada teman di pemprov apalagi pemkot, Pak Ogah ini tertibkan,” ungkapnya.

Nurdin pun meminta agar petugas dinas perhubungan maksimal di lapangan. Baik Dishub Provinsi dan Dishub Kota Makassar agar bekerja sama. Termasuk menggandeng kepolisian, khususnya lalu lintas. Harus dibuatkan surat penugasan.

“Harus kerja sama memang, sampai tidak ada lagi Pak Ogah (beroperasi). Apalagi Pak Ogah lebih pentingkan upah daripada mengatur kendaraan. Memang harus ada sistem dibangun, koordinasi dan kerja sama,” jelasnya.

Kepala Dishub Sulsel, Syamsibar mengakui untuk menertibkan Pak Ogah memang bukan hal yang mudah. Meski beberapa kali sudah ditertibkan, kehadirannya masih ada dan dianggap menjadi biang kemacetan. Mereka menguasai ruas jalan, khususnya di u-turn atau putaran balik arah jalan.

“Sebenarnya Pak Ogah ini bukan hanya tugas dari Dinas Perhubungan. Pak Ogah itu lebih banyak berorientasi ke Satpol PP, dengan Dinas Sosial. Saya masih baru, pelan-pelan akan ditangani,” jelasnya.

Sekretaris Dishub Sulsel, Fahlevi Yusuf menambahkan, pengurangan u-turn yang dinilai sudah tidak efektif juga menjadi agenda yang mesti dikaji. Dia menilai kehadiran Pak Ogah bukan hanya sebagai biang kemacetan, namun ada potensi kriminal yang terjadi di u-turn yang dikuasainya.

“Sebenarnya saya juga sementara dikoordinasikan ke kepolisian. Apakah ada pasal pidananya itu atau tidak. Karena kalau sudah diberi pembinaan, mereka keluar terus berlanjut lagi. Nanti akan kita komunikasikan,” tandasnya. (fik/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...