Setengah Dana BOS Boleh Digunakan untuk Gaji Honorer

Senin, 10 Februari 2020 22:21

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Terhitung awal 2020, pemerintah akan menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp54,32 triliun. Anggaran itu meningkat 6,03 persen dari tahun 2019 yang mencapai Rp 49 triliun.

Merespons hal itu Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menyatakan, sekolah dibolehkan menggunakan separuh atau 50 persen dari dana BOS digunakan untuk membayar gaji guru honorer.

“Mulai tahun ini, ada kewenangan khusus yang diberikan kepada kepala sekolah dalam pengelolaan dana BOS,” ujar Nadiem dalam peluncuran kebijakan Merdeka Belajar episode III tentang perubahan mekanisme dana BOS di Jakarta, Senin (10/2).

Sebelumnya, dana BOS hanya boleh digunakan maksimum 15 persen (untuk sekolah negeri) dan maksimum 30 persen (untuk sekolah swasta) untuk gaji guru honorer.

Menurut Nadiem, apabila guru honorer di suatu sekolah yang sangat dibutuhkan di sekolah itu sedangkan kesejahteraannya kurang, biaya transportasinya kurang. Maka kepala sekolah boleh mengambil dana BOS hingga 50 persen untuk menunjang kesejahteraan para guru honorernya.

“Karena hanya kepala sekolah yang tahu tentang kebutuhan guru di sekolahnya,” ujar Nadiem.

Kebijakan yang diluncurkan Nadiem tersebut, berbeda dengan kebijakan Mendikbud sebelumnya, Muhadjir Effendy, yang mengusulkan agar guru honorer digaji dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Nadiem menambahkan, hak kepala sekolah untuk menggunakan dana BOS tersebut dibatasi di angka 50 persen. Itu merupakan angka maksimum.

Komentar