Terganjal Usia, Honorer K-2 Tak Bisa Ikut Seleksi CPNS

Senin, 10 Februari 2020 16:15

KONSENTRASI: Peserta tes CPNS pemkot mengerjakan ujian di Gelanggang Remaja kemarin. Para peserta mengapresiasi pelaksanaan tes yang lebih transparan. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JATIM– Tenaga honorer di pemkot bisa mengubah nasib dengan ikut tes CPNS. Namun, kesempatan itu tidak berlaku bagi tenaga honorer kategori dua (K-2) yang justru sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun.

’’Ya, enggak akan bisa karena terganjal usia,’’ kata Koordinator Wilayah Perkumpulan Honorer K-2 Indonesia (PHK2I) Jawa Timur Eko Mardiono kemarin (9/2).

Peserta CPNS tidak boleh berusia lebih dari 35 tahun. Padahal, banyak tenaga honorer K-2 yang berusia lebih dari itu. Bahkan, Eko telah berusia lebih dari setengah abad.

Kepala TU SMPN 37 Surabaya itu sudah sering menyuarakan agar aturan CPNS direvisi. Batasan usia tersebut menjadi tembok besar yang dirasa tenaga honorer K-2 sebagai aturan diskriminatif.

Menurut dia, pegawai non-ASN yang sudah mengabdi puluhan tahun mendapatkan pintu khusus untuk menjadi PNS. Jika bisa, mereka berharap tenaga honorer K-2 langsung diangkat menjadi PNS tanpa tes.

PHK2I sudah melobi sejumlah pihak untuk mengubah UU ASN. Terutama ke DPR. Ada sejumlah poin yang mereka ajukan. Pertama, tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak yang bekerja terus-menerus dan mengabdi sejak 2014 wajib diangkat menjadi PNS tanpa tes dengan memperhatikan batasan usia pensiun.

Poin kedua berbunyi, pengangkatan PNS tenaga non-ASN itu didasarkan pada seleksi administrasi berupa verifikasi dan validasi data surat keputusan pengangkatan. Pengangkatan juga harus memprioritaskan masa kerja, gaji, ijazah terakhir, dan tunjangan yang diperoleh sebelumnya. Yang mengangkat mereka sebagai PNS harus pemerintah pusat.

Komentar