Didakwa Pasal 310 dan 311, Risman Ngaku Senyum-senyum ke Rudal

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Rusdin Abdullah alias Rudal mulai bergulir. Kasus ini mendudukkan politikus Golkar, Risman Pasigai sebagai terdakwa.

Pada sidang perdana pembacaan dakwaan terhadap terdakwa di PN Makassar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Risman Pasigai dengan pasal berlapis. Dia didakwa pasal 310 ayat 1 dan pasal 311 ayat 1 KUHP. Pekan depan agenda pemeriksaan saksi.

JPU Kejati Sulsel, Lusi menjelaskan, dalam Pasal 310 ayat 1 KUHP berbunyi, barangsiapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan suatu hal yang dimaksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.

Sementara pasal 311 ayat (1) KUHP, yakni barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu, jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah dengan hukum penjara selama-lamanya empat tahun.

“Dalam dakwaan ada dua pasal yang kita dakwakan. Yakni tentang pencemaran nama baik,” kata Lusi, Senin 10 Februari.

Risman yang juga juru bicara DPD Partai Golkar Sulsel, menghadiri sidang dakwaan dengan mengenakan kemeja kuning.

“Tadi cuma pembacaan dakwaan. Saya hadapi saja dengan senyuman. Senyum-senyum sama Rudal,” beber Risman Pasigai usai menjalani sidang dakwaan.

Ketua Majelis Hakim PN Makassar, Zulkifli mengatakan sidang akan kembali digelar pekan depan. Agendanya mendengarkan keterangan saksi dari JPU.

Risman ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Sulsel atas kasus dugaan pencemaran nama baik. Dia dilaporkan ke polisi telah menuduh mantan Bendahara DPD I Golkar Sulsel, Rusdin Abdullah (Rudal) sebagai dalang kericuhan saat pembukaan Musda Golkar Sulsel di Hotel Novotel Makassar, 26 Juli lalu.

Kegaduhan terjadi saat Ketua DPD Sulsel, Nurdin Halid menyampaikan sambutan. Tiba-tiba kader Golkar yang diketahui bernama Hamzah Abdullah bersitegang dengan Risman.

Risman yang saat itu menjadi Ketua Panitia Musda IX DPD Golkar Sulsel langsung membuat pernyataan bahwa Rudal yang mengirim Hamzah Abdullah untuk mengacau di Musda. (edo/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...