Juara Indonesia Masters Absen, Tim Putri Indonesia Bisa Kalahkan Thailand

Pelatih Tunggal Putri PP PBSI, Rionny Mainaky/Badmintonindonesia.org

FAJAR.CO.ID, MANILA—Tim putri Indonesia akan menghadapi Thailand di babak penyisihan grup Y Badminton Asia Team Championships 2020, Kamis, 13 Februari nanti. Sebelum duel itu, Indonesia akan melawan tim tuan rumah, Filipina, Rabu besok.

Tanpa pemain terbaik mereka, Ratchanok Intanon, Indonesia berpeluang mengalahkan Thailand. Meski begitu, Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan diminta tetap mewaspadai juara SEA Games 2019 tersebut.

Tim putri Indonesia tengah berupaya mengamankan posisi menuju putaran final Piala Uber 2020 yang akan dilangsungkan di Denmark Mei mendatang. Badminton Asia Team Championships ini merupakan kualifikasi zona Asia menuju Piala Thomas dan Uber. Posisi juara grup Y akan memudahkan jalan Indonesia menuju semifinal.

“Ya, tentu ada peluang, peluangnya lebih besar dengan tidak adanya Ratchanok (juara Indonesia Masters 2020). Tapi kami harus tetap mewaspadai tunggal putri Thailand, karena mereka memang kekuatannya di tunggal putri,” kata Kepala Pelatih Tunggal Putri PP PBSI, Rionny Mainaky dikutip dari Badmintonindonesia.org

Karena Intanon absen, Thailand harus mengandalkan pemain seperti Busanan Ongbumrungphan, Nitchaon Jindapol dan Pornpawee Chochuwong. Jika melihat head to head dengan Ongbumrungphan, Gregoria punya catatan yang cukup baik. Ia memenangkan tiga laga terakhir dari total lima pertemuan.

“Kami yakin di partai pertama Gregoria bisa mengatasinya. Dilihat dari rekor pertemuan juga kan Gregoria masih unggul dari Busanan. Kalau Ruselli memang masih kalah di pertemuan terakhir dari Pornpawee. Tapi saya rasa kali ini kami bisa menghadapi. Yang penting itu dari individunya siap dan harus yakin bisa,” jelas Rionny.

Di sektor ganda, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu masih menjadi andalan. Dan Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI, Eng Hian, mengatakan bahwa kemungkinan ia tak akan melakukan perombakan pasangan seperti yang biasa ia lakukan sebelumnya di turnamen beregu.

Selain Greysia/Apriyani, tim ganda putri Indonesia juga diperkuat oleh Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto. “Sepertinya tidak ada perombakan selama di sini karena tujuan utamanya mau mengamankan posisi tim untuk ke putaran final nanti,” ujar Eng kepada.

Ia menjelaskan, pemilihan pemain tergantung kebutuhan tim. Kalau lawannya masih ringan, kemungkinan Greysia/Apriyani tidak akan turun. Kesempatan akan diberikan kepada Fadia/Ribka dan Ketut/Tania.

Eng sendiri berharap penampilan Fadia/Ribka bisa lebih baik dibanding di SEA Games 2019 lalu. Dalam laga melawan Thailand di final SEA Games 2019, Fadia/Ribka dikalahkan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, dengan skor 8-21, 17-21.

“Hasil evaluasi di SEA Games itu mereka tidak bisa bermain dengan normal, karena mereka merasa ada pressure, semoga di sini bisa main lebih baik dan bisa menyumbang poin untuk tim,” beber Eng. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...