Lokasi Museum Rasulullah di Indonesia Bakal Ditentukan, Almarkaz Jadi Alternatif

Selasa, 11 Februari 2020 22:12

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin (Kelima dari kanan)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Dewan Masjid Indonesia (DMI), Yayasan Waqaf Assalam, dan Liga Muslim Dunia bakal menentukan lokasi Museum Rasulullah di Indonesia. Penentuan itu, setelah dilakukan rapat koordinasi, 18-20 Februari 2020 mendatang.

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin menjelaskan pembangunan ini diprakarsai panitia yang terdiri dari tiga unsur utama, yakni Yayasan Waqaf Assalam, Liga Muslim Dunia, dan DMI sebagai representasi dari Indonesia.

Ketua Panitia Pembangunan Museum Rasulullah ini menambahkan, tim dari kepanitiaan akan hadir di Indonesia pada 18 Februari melakukan peninjauan lokasi.  

“Akan diputuskan setelah ditinjau lokasinya di mana,” kata Syafruddin, Selasa (11/2). 

Ada empat pilihan lokasi mesuem tersebut, pertama di kawasan Cimanggis, Depok, di Kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang tengah dalam proses pembangunan.

Kedua, bebernya, menjadi alternatif adalah di Al Markaz Al Islami, Makassar.  Sedangkan yang ketiga, di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Lalu pilihan keempat adalah di Jakarta, Ancol.

Penentuan itu belum dilakukan, sehingga Syafruddin memgoreksi keterangan Sekjen DMI yang sebelumnya menyebut adanya pemindahan lokasi pembangunan Museum Rasulullah dari Cimanggis ke Ancol. 

Dalam penentuan lokasi itu, kata mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini, tim akan mempertimbangkan sejumlah aspek.

Menurut Syafruddin, aspek aspek itu meliputi estetika, wisata, transportasi hingga studi lingkungan. Luas tanah yang disiapkan mencapai 6 hektare.   

Komentar