Lokasi Museum Rasulullah di Indonesia Bakal Ditentukan, Almarkaz Jadi Alternatif

Selasa, 11 Februari 2020 22:12

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin (Kelima dari kanan)

“Karena ini museum Rasulullah, ini kan destinasi wisata religi berbasis Islam apalagi membawa simbol Rasulullah SAW, tentu mempertimbangkan semua aspek. Estetika, ketepatan apakah ini menjadi sebuah wisata proses seperti apa, kan nanti orang berlimpah datang. Lalu aspek aspek kemacetan, jangkauan kemudian lingkungan juga dipertimbangkan,” kata eks Wakapolri itu.   

Namun, penentuan lokasi itu nantinya tidak akan berpengaruh terhadap konsep museum yang akan dibangun. Menurut Syafruddin, konsep museum akan mengikuti paten yang disepakati oleh Yayasan Assalam.  

“Konsepnya sudah ada. Yang penting itu luas tanahnya 6 hektare dan semuanya sudah siap itu. Tetap sama tidak ada perubahan (konsep),” ujar dia menegaskan. 

Rencananya, groundbreaking museum ini dimulai pada 26 Februari 2020 itu akan dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Muhammad bin Abdul Karim Issa yang akan hadir di Indonesia.  

Syafruddin menambahkan, museum Rasulullah ini telah ada di Makkah dan Madinah. Setelah itu, terdapat 25 negara, termasuk Indonesia yang mendapatkan kepercayaan untuk membangun museum tersebut. (bs/eds)

Komentar


VIDEO TERKINI