Permudah Kuliah, Unifa Terapkan Hybrid Learning System

Selasa, 11 Februari 2020 14:37

Ketua LLDIKTI Wilayah IX, Prof. Jasaruddin mengatakan bahwa saat ini sudah wajib bagi seluruh dosen dan perguruan tinggi menerapkan pembelajaran online. Perlu dilakukan reorientasi kurikulum untuk mengatasi kebutaan teknologi dan informasi, bahasa, dan humanis.

“Di TAFE Queenslan, sekolah tinggi yang berada di Australia, semua dosen sudah menggunakan teknologi online untuk pembelajaran. Di Korea Selatan, semua perguruan tinggi sudah menggunakan sistem yang sudah jauh lebih maju. Makanya, saatnya kita juga menerapkan sistem pembelajaran online seperti ini,” kata Jasruddin.

Saat ini, pihaknya memberi kebebasan dan keleluasaan kepada perguruan tinggi untuk membuat dan menerapkan pendidikan online. Akan tetapi, dia berharap agar metode ini sesuai dengan standar Dikti. Sebab untuk penerapan pembelajaran online di atas 50 persen, maka harus seizin Dikti. “Kalau sesuai standar, jalankan. Jangan tunggu sempurna. Namun yang penting adalah kontennya harus diperhatikan,” tambah Jasruddin.

Rektor Universitas Fajar, Muliyadi Hamid saat memaparkan program HyLS menyebut untuk sementara sistem ini diterapkan pada program magister (S2) dan program S1 bahwa HyLS yang diterapkan saat ini merupakan generasi pertama karena hanya diterapkan dilingkungan pascasarjana Unifa dan diakhir tahun 2020 akan berjalan generasi kedua yang akan diterapkan dilingkungan program sarjana dan diploma Unifa.

Bagikan berita ini:
3
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar