Permudah Kuliah, Unifa Terapkan Hybrid Learning System

Selasa, 11 Februari 2020 14:37

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Fajar (Unifa) menerapkan hybrid learning sistem (HyLS) atau metode kombinasi sistem pembelajaran tatap muka dan daring (online). Metode ini dipercaya akan memudahkan masyarakat untuk menjangkau pendidikan tinggi meskipun berada di daerah jauh.

Pengembangan metode HyLS ini merupakan langkah Unifa menyambut revolusi industri 4.0 yang salah satunya ialah pengaplikasian metode pendidikan dengan teknologi dan informasi khususnya dalam sistem pembelajaran.

Penerapan ini ditandai dengan assessment Tim Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi yang dipimpin Ketua LLDikti Wilayah IX, Prof Jasaruddin di Unifa, Selasa (11/02/2020). Turut hadir Sekretaris Pelaksana (Sekpel) LLDikti Wilayah IX Sulawesi, Andi Lukman.

Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Muhammad Ridwan Arief saat menerima kunjungan ini di Mini Ballroom Unifa mengungkapkan penerapan HyLS di Unifa merupakan kewajiban setiap perguruan tinggi di era digital seperti saat ini. Learning system bukan lagi keunggulan tapi merupakan kewajiban.

“Pada era digital ini, keunggulan kompetitif bukan pada sistem tapi konten learning yang hebat. Harus punya keunikan dan pembeda dengan kampus lain. Oleh karena itu, kami dari yayasan sangat mendukung penuh sistem HyLS ini termasuk infrastruktur. Kedepannya kami mengharapkan ini menjadi nilai plus bagi Unifa sebagai PTS yang menjalankan sistem pembelajaran online”, jelas Ridwan.

Ketua LLDIKTI Wilayah IX, Prof. Jasaruddin mengatakan bahwa saat ini sudah wajib bagi seluruh dosen dan perguruan tinggi menerapkan pembelajaran online. Perlu dilakukan reorientasi kurikulum untuk mengatasi kebutaan teknologi dan informasi, bahasa, dan humanis.

“Di TAFE Queenslan, sekolah tinggi yang berada di Australia, semua dosen sudah menggunakan teknologi online untuk pembelajaran. Di Korea Selatan, semua perguruan tinggi sudah menggunakan sistem yang sudah jauh lebih maju. Makanya, saatnya kita juga menerapkan sistem pembelajaran online seperti ini,” kata Jasruddin.

Saat ini, pihaknya memberi kebebasan dan keleluasaan kepada perguruan tinggi untuk membuat dan menerapkan pendidikan online. Akan tetapi, dia berharap agar metode ini sesuai dengan standar Dikti. Sebab untuk penerapan pembelajaran online di atas 50 persen, maka harus seizin Dikti. “Kalau sesuai standar, jalankan. Jangan tunggu sempurna. Namun yang penting adalah kontennya harus diperhatikan,” tambah Jasruddin.

Rektor Universitas Fajar, Muliyadi Hamid saat memaparkan program HyLS menyebut untuk sementara sistem ini diterapkan pada program magister (S2) dan program S1 bahwa HyLS yang diterapkan saat ini merupakan generasi pertama karena hanya diterapkan dilingkungan pascasarjana Unifa dan diakhir tahun 2020 akan berjalan generasi kedua yang akan diterapkan dilingkungan program sarjana dan diploma Unifa.

“HyLS generasi pertama merupakan model pembelajaran dual system yang kami launching hari ini. Generasi kedua sendiri akan berjalan akhir tahun. Dalam pengaplikasiannya HyLS akan menghadirkan mata kuliah pilihan dan perkuliahan dilakukan full secara online. Nantinya dosen akan membuat konten untuk pengajaran mata kuliah. Kami yakin dengan dukungan tim LLDIKTI dan yayasan kami bisa menjalankan HyLS dengan lebih baik,” tutup Muliyadi.

Pembelajaran sistem online sendiri nantinya akan berjalan maksimal 50% atau 7 kali setiap semester dan sisanya dilaksanakan tatap muka. Mahasiswa dan dosen bisa mengakses website HyLS dan melakukan aktivitas pembelajaran seperti mengupload tugas kuliah, quiz, dan juga mendownload materi perkuliahan di web tersebut. (*/fajar)

Bagikan berita ini:
8
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar