Puing Heli MI-17 Milik TNI Ditemukan di Tebing Curam

FAJAR.CO.ID, PAPUA– Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab melihat langsung puing-puing helikopter MI-17 milik Pusat Penerbangan TNI-AD (Puspenerbad) di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Hampir delapan bulan sejak heli dinyatakan hilang 28 Juni tahun lalu.

Kemarin (10/2) Herman memastikan bahwa helikopter nahas tersebut ditemukan. ”Saya melihat langsung lokasi puing dari ketinggian 12.500 feet,” ungkap Herman yang ikut serta dalam pencarian bersama tim udara dalam keterangan tertulis.

Sejak kali pertama hilang kontak, masyarakat setempat pernah memberikan informasi bahwa mereka mendengar suara helikopter. Namun, saat itu mereka tidak bisa melihat langsung helikopter tersebut. Terhalang kabut tebal di Pegunungan Bintang.

Tim udara dan tim darat yang melakukan pencarian juga melintasi Distrik Oksop. Namun, tidak ada satu pun yang berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan helikopter tersebut.

Baru Selasa pekan lalu (4/2) Kodam XVII/Cenderawasih mendapat petunjuk. Masyarakat setempat mengirim foto-foto helikopter yang hancur. Herman segera mengirim satuan terdekat ke Distrik Oksibil untuk lanjut ke Distrik Oksop. Kemarin dia menyusul bersama Danrem 172/Praja Wira Yakthi Kolonel Infanteri Binsar Sianipar dan Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka.

Temuan tersebut, kata Herman, bakal langsung ditindaklanjuti. Dalam waktu dekat pihaknya mengirim tim ke lokasi jatuhnya helikopter bernomor registrasi HA 5138 itu. ”Kami akan fokus untuk mengevakuasi korban.”

Namun, evakuasi memerlukan persiapan yang matang. Sebab, lokasi puing-puing helikopter itu ada di perbukitan dengan tebing yang sangat curam. Bahkan, dengan tingkat kemiringan hampir 90 derajat. Dibutuhkan tim yang andal untuk proses evakuasi.

Herman menegaskan bahwa pihaknya tetap punya tanggung jawab untuk mengevakuasi seluruh prajurit TNI yang menjadi korban. Dalam catatan Jawa Pos, jumlah prajurit TNI yang ikut dalam penerbangan terakhir helikopter tersebut sebanyak 12 orang. Tujuh orang berasal dari Puspenerbad dan lima lainnya dari Satgas Yonif 725/Woroagi.

Lima orang tersebut merupakan prajurit TNI yang bertugas menjaga daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

”Heli dinyatakan lost contact ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan dropping logistik bagi pos TNI di Kabupaten Pegunungan Bintang,” kata Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Infanteri Dax Sianturi. ”Kuat dugaan bahwa heli tersebut menabrak dinding tebing saat cuaca berkabut tebal,” imbuhnya dilansir dari Cenderawasih Pos (grup fajar.co.id). (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...