Muhlis Ade Putra Cabuli Bocah 5 Tahun di Samping Nenek 67 Tahun, Korban Diancam Dibunuh

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Anak perempuan berusia enam tahun, mengurung diri di dalam rumah. Pelecehan seksual yang dialami membuatnya trauma.

Bocah berinisial NJN itu tak kuasa lagi menyaksikan keramaian. Ia malu dilihat orang lain. “Korban sangat trauma. Tidak mau bergaul lagi. Malu,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, Iptu Theodorus Echeal Setiyawan, saat rilis kasus pelecehan seksual di Mapolres Pelabuhan Makassar, Selasa, 11 Februari.

Muhlis Ade Putra alias Muhlis Bin Mansur yang mencabuli NJN hanya diam sambil menundukkan kepala. Ia berusaha menghindari tangkapan gambar para wartawan saat dihadirkan kemarin.

Theodorus didampingi Kepala Urusan (Kaur) Humas Polres Pelabuhan Makassar, Ipda Tumiar mengatakan, status pelaku sudah dinyatakan sebagai tersangka. Ia diancam hukuman penjara minimal lima tahun, masimal 15 tahun.

Hal itu sesuai dengan Pasal 76e Junto Pasal 82 ayat (1) UU RI No.31 tahun 2004 tentang perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Denda paling banyak Rp5 miliar,” beber Theodorus.

Aksi pencabulan yang dilakukan Muhlis terjadi dikediaman NJN, Minggu, 5 Februari, lalu. “Pelaku melakukannya di samping nenek korban yang sudah berusia 67 tahun,” ungkapnya.

Lelaki berusia 27 itu seorang sopir angkutan umum. Karena cukup kenal dengan ayah korban, tersangka sering berkunjung ke rumah tersebut. “Tersangka mengancam korban, kalau melapor ayahnya akan dibunuh. Makanya korban tutup mulut,” jelasnya.

Kelakuan Muhlis terbongkar setelah ibu korban berinisial JU mencuci pakaian. Ia menemukan pakaian dalam korban yang berlumur darah. Dia memeriksa kondisi anaknya.

“Setelah semuanya diceritakan. Orang tua korban melaporkan kasus pencabulan itu. Pelakunya ternyata rekan ayah korban dan langsung diamankan. Pelaku mengakui perbuatannya,” imbuhnya.

Dari hasil interogasi penyidik kepolisian, tersangka ternyata suka menonton film porno. Dari kebiasaan itulah, tersangka melakukan aksinya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Tenri Ampa Palallo mengatakan, kasus kekerasan seksual yang ditangani Polres Pelabuhan Makassar belum ditangani.

“Belum dikirim korbannya. Kami menunggu koordinasinya (Polres Pelabuhan Makassar,” kata Tenri, kemarin.

Kasus kekerasan seksual terhadap anak perlu penanganan khusus. Traumatik yang dialaminya perlu dipulihkan. Jika tidak, hal itu akan berdampak pada pertumbuhannya. (ans/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...