Sebelumnya Berakronim Cilaka, RUU Terkait Lapangan Kerja Berubah Nama

Rabu, 12 Februari 2020 18:59

Ketua DPR Puan Maharani saat konferensi pers bersama sejumlah menteri, usai menerima draft RUU Cipta Kerja, di Kompleks Parlemen, Rabu (12/2). Foto: M. Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

FAJAR.CO.ID — Naskah Akademik (NA) dan dokumen pendukung omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja akhrinya diserahkan pemerintah ke DPR. Namun, kini namanya berubah jadi RUU Cipta Kerja saja. Apalagi, sebelumnya nama itu diakronimkan dengan Cilaka.

Penyerahan NA, draf RUU beserta surat presiden (Surpres) RUU Cipta Kerja disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri ATR Sofyan Djalil, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.

Utusan Jokowi itu diterima langsung oleh Ketua DPR Puan Maharani, beserta sejumlah wakilnya seperti Azis Syamsuddin dan Rachmat Gobel dan sejumlah anggota DPR lainnya.

“Hari ini hadir menko perekonomian, menkeu, menaker, menteri ATR, menkumham, menteri LHK ke DPR untuk berkoordinasi terkait omnibus law RUU Cipta Kerja. Jadi sudah bukan cipta lapangan kerja. Cipker singkatannya, bukan Cilaka. Sudah jadi Cipker,” ucap Puan saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Rabu (12/2).

Sesuai dokumen yang diterima DPR dari pemerintah, RUU Cipker terdiri dari 79 RUU, 15 Bab, dengan 174 pasal dan 11 klaster, yang akan dibahas di DPR. Pada kesempatan itu, Puan juga menegaskan bahwa dokumen tersebut baru pertama kali diterima dewan.

“Jadi kalau ada yang mengatakan DPR sudah membaca drafnya, belum. Apakah DPR sudah tahu isinya? Belum. Hanya tadi disampaikan terdiri dari 15 Bab dan 174 pasal,” jelasnya.

Komentar