Seminar Nasional IKA Tambang UVRI Digelar 19 Februari

Rabu, 12 Februari 2020 23:08

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sumber Daya Mineral Dan Energi harus dipandang sebagai asset, modal pertumbuhan Ekonomi, bukan hanya sekedar sumber penerimaan pendapatan bagi negara. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka Ikatan Alumni Teknik Pertambangan Universitas Veteran Republik Indonesia (IKAT UVRI) sebagai suatu organisasi memandang perlu mengadakan Seminar Nasional Pertambangan Tahun 2020.

Ketua panitia, Ir. Andi Ilham Samanlangi mengatakan, kegiatan ini, rencana akan dilaksanakan pada Rabu, 19 Februari 2020 mendatang. Seminar bertempat di Hotel Claro Jln. A.P Pettarani.

Lanjut dia, Seminar Nasional pertambangan  dengan tema “Pengelolaan kegiatan pertambangan Indonesia di era revolusi Industri 4.0”. “Dengan Sub Tema: Pertmaa, Teknologi Pertambangan berbasis Industri 4.0. Kedua, Keadaan lingkungan tambang. Letiga, Sistem tambanga bawah tanah. Keempat, CSR dan ComDev. Kelima, Hukum dan kebijakan Pertambangan,” ujarnya. Andi Ilham menjelaskan, Teknik Pertambangan IKA UVRI sebagai suatu wadah pembahasan isu-isu strategis di bidang  Industri Pertambangan dalam perspektif kehidupan berbangsa dan bernegara dengan segala macam hambatan dan tantangannya. Melalui seminar ini diharapkan mampu menjadi media edukasi, diskusi, transformasi dan aspirasi bagi peserta seminar serta seluruh komponenterkait terhadap pengelolalaan kegiatan pertambangan yang baik di era revolusi Industri 4.0.

“Kegiatan seminar nasional ini kami buat dengan harapan akan mendapat dukungan yang positif dan membangun dari berbagai pihak,” harapnya. Menurutnya, pembangunan bangsa dan negara disegala bidang dewasa ini membutuhkan peranan aktif dari  berbagai pihak. Peranan terbesar diharapkan dari dunia pendidikan khususnya dari Perguruan Tinggi,  dalam rangka melahirkan sumber daya manusia yang handal dan mempunyai kapabilitas yang mumpuni pada bidangnya masing-masing. “Dan pada gilirannya diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan pada kelanjutan pembangunan bangsa dan negara serta dalam pengelolaan kegiatan pertambangan dalam era Revolusi Industri 4.0,” jelasnya. Maka dari itu, Andi Ilham  berpandangan, pendayagunaan sumber daya mineral untuk kemakmuran rakyat seharusnya dilakukan secara terencana, rasional, optimal, bertanggung jawab dan sesuai dengan kemampuan daya dukungnya. “Serta mengutamakan sebesar-besar kemakmuran rakyat dan pembangunan nasional yang  berkelanjutan. Dengan kata lain, pengelolaan sumber daya mineral harus menyertakan program atau prinsip konservasi di dalamnya,” pungkasnya. (rls)

Komentar