28 SMK se-Sulselbar Ikuti Training Teknologi Sepeda Motor Yamaha

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PT Suracojaya Abadimotor Makassar menggelar seminar Teknologi Yamaha dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bisnis Daring dan Pemasaran se-Sulselbar, di kantor Soraco Building lantai 3, Jalan AP Pettarani, Kamis (14/2/20).

Kegiatan ini merupakan program SMK binaan Yamaha sebagai bentuk Coorperate Social Responsibilty (CSR). Dimana kerja sama Yamaha dengan SMK se-Sulselbar ini sudah dimulai sejak 2008.

Awal mulanya, menyasar jurusan otomotif dengan seminar teknologi sepeda motor Yamaha untuk siswa. Dan program tersebut terus berlanjut setiap tahun sesuai dengan adanya model baru sepeda motor Yamaha.

Program ini juga ditindaklanjuti dengan pemberian donasi. Baik berupa unit sepeda motor, maupun engine sebagai sarana pembelajaran di SMK.

Disamping itu, Yamaha juga melakukan training guru SMK untuk menyesuaikan srandarisasi kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Sesuai kurikulum Yamaha Tekchnical Academy yang selaras dengan perkembangan industri sepeda motor terkini dan mengacu standar Kompetensi Kerja Nasuonal Indonesia (KKNI).

“Dengan total SMK kerja sama Yamaha, yakni 108 binaan,” jelas SPV Yamaha Institute, Abd Rahman.

Kata Rahman, di 2019 Yamaha kembali mengembangkan kerja sama dengan 28 SMK jurusan Pemasaran (Jurusan bisnis daring dan pemasaran), juga se-Sulselbar. Dimana program ini juga telah disetujui Kepala Dinas Pendidikan Sulsel dan Sulbar.

“Nah, tahun ini Yamaha menggelar seminar teknologi Yamaha dan musyawarah guru mata pelajaran bisnis daring dan pemasaran se-Sulselbar,” katanya.

Kegiatan ini dihelat selama Kamis-Jumat atau 13-14 Februari dengan seminar terkait teknologi model terbaru Yamaha, yaitu XSR 155, WR155 dan New Nmax. Seminar ini diharapkan agar siswa dapat memperoleh pembelajaran cara memasarkan produk berjalan lebih lancar.

Selain itu, diharapkan siswa lulusan SMK memiliki AKS (Attitude, Knowledge, dan Skill), seperti yang distandarkan Yamaha. “Untuk tujuan musyawarah guru mata pelajaran adalah mensingkronkan meteri industri dan materi yang ada di sekolah. Sehingga alumni SMK nantinya sesuai standar industri,” tutupnya.

Keguatan ini dibuka Kepala Bidang PSMK Dinas Pendidikan Sulsel Ernawati, dudampingi Area Marketin Development PT. Suracojaya Abadimotor, M Roem Syahrir, SPV Yamaha Institute, Abd Rahman, dan Ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), Baharuddin Habe. (mum/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...