Masih Adakah Orang Miskin?

Kamis, 13 Februari 2020 18:20

Syamsari Kitta

Oleh: Syamsari KittaBupati Takalar, Peserta International Visitor Leadership Program Washington DC

Amerika Serikat disebut negara adidaya karena menunjukkan banyak keunggulan. Keunggulan dalam ekonomi misalnya dapat dilihat pada pertumbuhan ekonomi yang diprediksi oleh IMF sekitar 2% di tahun 2020 di tengah perlambatan ekonomi global dan perang dagang dengan Tiongkok.

Pendapatan per kapita di AS juga tergolong tinggi, yakni sebesar USD59,000 atau sekitar Rp813 juta.

Pertanyaannya adalah masih adakah orang miskin di negeri yang hebat ini? Jawabannya adalah ya, tentu saja. Di belahan bumi manapun pasti ditemukan orang miskin, tak terkecuali di AS dengan segala kehebatannya.

Data dari Departemen Perumahan dan Pengembangan Perkotaan AS menunjukkan bahwa ada sekitar 553,000 orang tuna wisma (homeless people) di seluruh Amerika Serikat pada tahun 2018.

Di sejumlah kota, tuna wisma dapat ditemukan di beberapa titik di dalam kota, di sejumlah lampu merah sering kali ditemui para tuna wisma berdiri dengan tulisan di karton bekas bertulis ‘help’.

Tidak ada satu pun sistem di dunia saat ini, baik itu sistem ekonomi atau secara luas lagi ideologi yang diterapkan di suatu negara yang bisa menghapus kemiskinan seperti membalikkan telapak tangan.

Setidaknya itulah yang disampaikan oleh semua elite di AS. Status sebagai negeri adidaya tak cukup kuat untuk membebaskan semua orang dari kemiskinan.

Komentar