Panja Jiwasraya, Supriansa: Kebijakan Politik DPR Sudah Tepat

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar, Supriansa

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Kebijakan politik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam mengawal dalam kasus Jiwasraya dinilai sudah sangat tepat.

Menurut anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar, Supriansa, kebijakan itu selain mengawal, bisa membantu penyidik kejaksaan dalam mengungkap siapa-siapa yang terlibat di dalam kasus tersebut.

Kasus Century dan Jiwasraya, beber dia, jika dibandingkan itu berbeda. Sehingga, proses pengawalan DPR pun harus disesuaikan dengan konteks masalahnya.

“Pansus Century dulu dibentuk karena lebih cepat proses politik di DPR dilakukan dibanding dengan langkah hukum yang diambil oleh lembaga penyidik. Sehingga dibuatlah pansus dengan rekomendasi akan dilakukan penyidikan kasus century tersebut oleh lembaga penyidik,” beber Wakil Bupati Soppeng Periode 2016-2018 ini.

Perbedaan pengawalan kasus Jiwasraya, bebernya, karenaaparat penegak hukum bekerja lebih cepat, bahkan sudah menetapkan Tersangka dibanding langkah politik yang diambil oleh DPR.

“Dan apabila penyidik mengalami kesulitan dalam menembus hal-hal yang dianggap vital, maka bisa meminta bantuan kepada lembaga DPR untuk membantu menemukan solusinya. Sesuai kekuatan politik yang dimilikinya,” lugasnya,

Tak hanya itu, jika ada masyarakat atau anggota DPR atau siapapun yang menemukan hal-hal yang patut dijadikan sebagai bukti bagi kejaksaan untuk membuka lebar masalah Jiwasraya ini silahkan memberi bukti kepada penyidik agar diproses lebih lanjut.

“Jangan terkesan kejaksaan tidak bisa membuka selebar-lebarnya masalah ini, jika hanya dikawal dengan Panja. Itu tidak tepat karena panja memiliki kekuatan secara politik untuk memberikan pengawalan dan pengawasan terhadap kejaksaan dalam memproses kasus jiwasraya ini,”tegasnya.

Sebagai anggota Panja Komisi III, kata Supriansa, ia membuka diri kepada seluruh masyarakat yang memiliki pengetahuan atau bukti terkait masalah jiwasraya ini. “Silahkan berikan kepada saya buktinya. Nanti saya serahkan kepada lembaga penyidik jika kalian tidak berkesempatan menyerahkan,”urainya.

“Berilah kepercayaan kepada kejaksaan untuk mengungkap masalah jiwasraya ini. Sekaligus kita berharap agar uang nasabah yang ada di dalamnya bisa di kembalikkan. Saya rasa tidak perlu ribut soal nama Panja atau Pansus. Yang terpenting mari kita kompak untuk membongkar masalah asuransi jiwasraya ini siapapun yang terlibat,” ungkapnya. (bs/eds)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...