Rodrigo Duterte Setop Kerja Sama Militer dengan AS

Kamis, 13 Februari 2020 09:24

FAJAR.CO.ID, MANILA — Pemerintah Filipina baru saja mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Selasa (11/2) Presiden Manila Rodrigo Duterte menghentikan salah satu perjanjian militer dengan AS. Keputusan tersebut buntut dari pencekalan visa salah seorang pejabat Filipina.

Keputusan itu disampaikan Juru Bicara Presiden Salvador Panelo di Istana Malacanang. Menurut dia, Duterte ingin Sekretaris Negara Salvador Medialdea untuk mengeluarkan perintah kepada Kementerian Luar Negeri. Menteri Luar Negeri Teddyboy Locsin harus memberitahukan keputusan Duterte kepada Kedutaan Besar AS di Manila.

’’Presiden meminta agar pemberitahuan itu dikirim kemarin malam (10/2),’’ ungkapnya kepada The Philippine Star.

Kabar itu pun sudah dikonfirmasi Sekjen Kementerian Luar Negeri Brigido Dulay lewat Twitter. Dia mengatakan, pemberitahuan penghentian kerja sama Visiting Forces Agreement (VFA) sudah ditandatangani dan disampaikan ke Kedubes. Artinya, masa transisi selama 180 hari bakal berlaku sebelum perjanjian benar-benar dicabut.

VFA merupakan satu di antara tiga perjanjian militer utama antara Filipina dan AS. Secara garis besar, perjanjian tersebut mengatur protokol soal personel militer AS di negara tersebut. Selain membuat aturan visa dan paspor lebih longgar, AS diberi wewenang untuk menindak sendiri tentara yang melakukan kejahatan di sana.

’’Hubungan (dengan AS, Red) tetap hangat. Namun, presiden percaya bahwa sudah saatnya Filipina mengandalkan sumber daya sendiri untuk mempertahankan kedaulatan bangsa,’’ papar Panelo.

Komentar