Soal Kabar WN Tiongkok Kena Korona di Bali, Kemenkes Beri Penjelasan

  • Bagikan

“Tapi mulai kami analisa, dimulai dari dua analisa pada dua orang Jin yang anak-anak dan dewasa. Kami mencoba melihat perhitungan waktu, kalau menghitung mundur tanggal 27 dan 28 Januari, artinya akan lewat dengan dia kembali serta masa inkubasi 14 hari,” jelas Yurianto.

Dan pihaknya menerima spesimen pemeriksaan sebanyak 14 orang dari Bali, di mana dari 14 orang terdiri dari 2 WNI dan 12 WNA, semua hasilnya negatif. Bukan hanya itu, pada periode yang sama, tak ada fluktuasi angka kenaikan gejala atau pneumonia (sesak napas) berat. Angkanya tidak berubah.

“Sehingga pada variabel itu tidak mendukung Bali untuk menginfeksi,” tukas Yurianto.

Justru, jika Jin memang di tanggal itu sudah berada di Shanghai, bisa diduga barangkali yang bersangkutan naik kendaraan umum. Yurianto menengarai justru Jin tertular di Shanghai.

“Dan sangat mungkin penularan di sana (Shanghai). Oleh karena itu, mana sih yang paling mungkin, kami sedang melacak imigrasi, sepanjang di Indonesia ke mana saja. Setelah identitas ketemu kami juga akan cari di hotel, mudah-mudahan kita bisa mendapatkan itu,” kata Yurianto.

Namun terlepas dari kasus Jin, pihaknya terus melakukan proteksi yang kuat dan deteksi yang cermat di Bali. Yurianto meminta jamgan membuat sebuah episentrum (pusat wabah) baru yang membingungkan.

“Warga Tiongkok itu kan sudah di sana, nah yang di Bali yang harus dipantau jangan jadi sebuah episentrum baru yang membingungkan. Ini bukan isu besar yang kita hadapi hari ini, mudah-mudahan bisa kita pahami,” katanya.

  • Bagikan