WNI yang Diobservasi di Natuna, Panglima TNI: Semuanya Dinyatakan Sehat

Kamis, 13 Februari 2020 20:34

Penumpang MRT menggunakan masker di Kawasan stasiun MRT Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (5/2/2019). Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Coronavirus sebagai kondisi darurat Internasional pada 31 Januari 2020. Hal ini dibuktikan dengan adanya penyebaran virus yang meluas sebanyak 18 negara yang terkena Coronavirus. Masyarakat turut antisipasi penyebaran virus dengan menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) di Natuna, Kepulauan Riau akan segera mengakhiri masa karantinanya. Pada 15 Februari 2020 mendatang mereka direncanakan akan dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, seluruh WNI yang dikarantina dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, warga di sekitar tempat tinggal para WNI tidak perlu khawatir tertular virus korona. “Sebanyak 238 WNI dari Wuhan Tiongkok yang diobservasi di Natuna semuanya dinyatakan sehat. Ini sesuai dengan prosedur kesehatan standar WHO terkait dengan virus Korona,” kata Hadi di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (13/2).

Hadi pun mengapresiasi ratusan personel TNI-Polri dan unsur terkait yang tergabung dalam Satgas Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna. Mereka dianggap memiliki peran penting selama proses observasi dilakukan.

Hadi menyampaikan, Kogasgabpad Operasi Bantuan Kemanusiaan ini hanya butuh waktu kurang dari 2 hari untuk mempersiapkan dan melaksanakan operasi kemanusiaan ini. Baginya, ini adalah kebanggaam tersendiri karena baru kali ini pemerintah Indonesia melaksanakan observasi sesuai dengan standar kesehatan dunia WHO.

Bagikan berita ini:
7
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar