Gaji dari Dana BOS untuk Madrasah hanya 30 Persen, Ini Penjelasan Kemenag

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin. Foto: Humas Kemenag

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasi dana BOS Madrasah tahun 2020 untuk membayar honor atau belanja pegawai hanya 30 persen. Aturan itu tertuang dalam juknis penyaluran dana BOS Madrasah yang diterbitkan Kemenag.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, bahwa kebijakan itu diambil karena prioritas pendidikan madrasah saat ini lebih pada upaya peningkatan mutu.

Menurutnya, ruang lingkup pemanfaatan BOS Madrasah untuk penguatan mutu, diantaranya pengembangan program keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan, kemudian penguatan potensi siswa melalui ajang lomba dan kompetisi dan penguatan mutu pembelajaran.

“Aturan itu lebih untuk memastikan bahwa anggaran BOS dapat digunakan untuk peningkatan mutu pembelajaran. Kalau alokasinya diperbesar hingga 50%, dikhawatirkan anggaran BOS habis hanya untuk membayar honor-honor, karena madrasah hanya punya satu sumber BOS” kata Kamaruddin Amin dalam keterangnnya, Kamis (13/2).

Kamaruddin menjelaskan, bahwa setiap tahunnya madrasah hanya mendapat BOS dari Pemerintah pusat. Hal itu berbeda dengan BOS Sekolah yang punya sumber BOS pusat dan BOS daerah yang bersumber dari APBD.

Untuk itu, juknis No 7330 tahun 2019 yang diterbitkan Ditjen Pendidikan Islam mengatur bahwa batas maksimum penggunan dana BOS untuk belanja pagawai (honor guru/tenaga kependidikan bukan PNS dan honor kegiatan) pada madrasah negeri sebesar 30%.

“Pada madrasah swasta boleh lebih 30% dengan ketentuan disetujui Kepala Kankemenag Kab/Kota,” terangnya

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...