Gunung Merapi Erupsi, Sebaran Abu hingga 10 Km

Jumat, 14 Februari 2020 10:23

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA — Gunung Merapi kembali “batuk”. Tapi, otoritas terkait memastikan bahwa penerbangan dari dan ke Jogjakarta serta Jawa Tengah tetap berjalan normal.

“Kami telah memiliki sistem pemantauan, yaitu Integrated Web Based Aeronautical Information System Handling (I-Wish). Ini suatu media koordinasi dengan stakeholder terkait,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto Rahardjo di Jakarta kemarin (13/2).

Merapi yang wilayahnya berada di Jogjakarta dan Jawa Tengah itu kembali mengalami peningkatan aktivitas kemarin pagi. Aktivitas diwarnai dengan semburan material vulkanis yang membentuk kolom abu dengan ketinggian hingga 2.000 meter.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, maksimal lontaran material sekitar 1.000 meter. Aktivitas lontaran keluar terdeteksi pada pukul 05.00 WIB.

Kepala BPPTKG-PVMBG Hanik Humaida mengungkapkan, pola gerakan angin berembus ke arah barat laut sehingga masyarakat yang berada di wilayah barat dan selatan Merapi patut waspada. Erupsi tersebut berlangsung selama 150 detik.

”Hujan abu sempat terjadi dalam radius 10 kilometer arah selatan. Misalnya, di wilayah Desa Hargobinangun, Glagahrejo, dan Kepuharjo di Sleman,” katanya.

Hanik menambahkan, aktivitas Merapi itu merupakan lanjutan aktivitas yang dipantau sejak akhir 2019. Pada periode September hingga November tahun lalu, sempat terjadi letusan eksplosif. Pasca-erupsi kemarin, data observasi menunjukkan bahwa ada aktivitas lanjutan intrusi magma menuju ke permukaan.

Komentar